Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kanselir Jerman: Dewan Keamanan PBB Harus Direformasi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 September 2015 12:26 12:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 September 2015 12:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan sekarang sudah saatnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa direformasi, agar mencerminkan distribusi kekuatan dunia yang sebenarnyadi abad ke-21 ini.

“Kita memerlukan metode baru dalam bekerja dalam memecahkan masalah,” kata Merkel berbicara di podium Majelis Umum PBB hari Sabtu (26/9/2015) di New York seperti dikutip Reuters.

Dewan Keamanan, lembaga PBB yang paling kuat, memiliki 15 anggota, lima di antaranya anggota permanen. DK-PBB memiliki wewenang untuk mengeluarkan resolusi berkekuatan hukum untuk menjatuhkan sanksi, serta mengerahkan kekuatan militer guna memastikan resolusinya benar-benar dijalankan.

Sepuluh anggota lainnya bersifat sementara, yang dipilih untuk masa dua tahun oleh Majelis Umum PBB.

Inggris, China, Prancis, Rusia dan Amerika Serikat, negara-negara yang bersekutu pada Perang Dunia II, merupakan anggota permanen yang memiliki hak veto tak terbantahkan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jerman, Jepang, India dan Brazil mengatakan dunia sekarang ini keadaannya sudah berbeda dengan keadaan tahun 1945, dan DK-PBB seharusnya merefleksikan perubahan itu. Jerman dan Jepang, yang merupakan negara kuat secara finansial di tingkat global dan menyumbang banyak untuk PBB –sementara Prancis dan Amerika Serikat hutangnya ke PBB mencapa ratusan juta dolar– berpendapat negaranya pantas menjadi anggota tetap DK-PBB.

“Situasi sekarang ini tidak hanya kami berempat melainkan banyak lainnya yang tidak setuju dengan struktur dan cara kerja Dewan Keamanan,” kata Merkel di depan para pemimpin negara anggota PBB. “Kami ingin mengajak negara lain untuk mewujudkan struktur kerja moderen bagi Dewan Keamanan yang cocok di abad ke-21 ini.”

Banyak negara anggota PBB yang secara rutin selama berpuluh tahun menyerukan agar DK-PBB direformasi, tetapi hingga kini belum berhasil. Mereka ingin jumlah anggota permanen dan sementara DK-PBB ditambah.

Dengan hak veto kelima negara anggota permanen DK-PBB dapat membatalkan kebijakan yang tidak disukainya.

Inggris dan Prancis sudah menyatakan akan mendukung reformasi DK-PBB. Sementara Amerika Serikat masih setengah hati mendukungnya. Sedangkan China dan Rusia menentangnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rumah Dakwah Riau Salurkan Qurban untuk Muallaf Suku Akit Kepulauan Meranti
Tulisan selanjutnya Perayaan Idul Adha di Al-Aqsha, Salam untuk Muslimin Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?