Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bekas PM Inggris: Invasi ke Iraq 2003 Turut Melahirkan ISIS

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Oktober 2015 22:51 10:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Oktober 2015 22:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bekas perdana menteri Inggris, Tony Blair, hari Ahad (25/10/2015) kembali meminta maaf terkait hal-hal tertentu dalam invasi militer negaranya bersama Amerika Serikat ke Iraq pada tahun 2003.

“Saya meminta maaf atas kenyataan bahwa informasi intelijen yang kami terima salah,” kata Blair dalam wawancara dengan stasiun televisi Amerika Serikat CNN, seperti dikutip AFP.

“Saya juga meminta maaf atas beberapa kesalahan dalam perencanaan dan, tentu saja, kesalahan kami dalam memahami apa yang akan terjadi setelah kami menyingkirkan rezim itu (Saddam Hussein, red),” kata Blair.

Meskipun demikian, Blair tidak menyesal Saddam Hussein digulingkan dari kekuasaannya.

“Saya merasa berat untuk meminta maaf karena menyingkirkan Saddam. Menurut saya, bahkan hingga saat ini di tahun 2015, lebih baik dia tidak ada di sana daripada dia ada di sana,” kata bekas kepala pemerintahan Kerajaan Inggris itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Blair menilai, ada “unsur kebenaran” dalam pendapat yang mengatakan bahwa invasi militer yang didukung AS dan Inggris ke Iraq mengakibatkan munculnya kelompok ISIS di Suriah dan Iraq. Demikian menurut transkrip wawancara yang dimuat situs CNN.

“Tentu saja, Anda tidak dapat mengatakan bahwa di antara kami yang menyingkirkan Saddam pada 2003 tidak memikul tanggungjawab atas situasi yang terjadi pada 2015,” kata Blair. “Tetapi penting juga untuk menyadari, satu, bahwa Arab Spring yang dimulai pada 2011 juga memiliki dampak terhadap Iraq sekarang ini, dan dua, Daesh (ISIS) sebenarnya muncul dari sebuah basis di Suriah dan bukan di Iraq,” imbuhnya.

Pernyataan dari Blair tentang perang di Iraq itu dikemukakan tidak lama sebelum publikasi jadwal penyelidikan atas perang tersebut –yang lama ditunda-tunda– akan diumumkan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kurangi Perokok, Pemerintah Didesak Naikkan Harga Cukai
Tulisan selanjutnya Inilah Perkembangan Perjalanan 14 Tahun Rudal Al-Qassam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?