Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Senjata Pelaku Serangan Paris Dipastikan Dibuat di Serbia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 November 2015 11:32 11:32 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 November 2015 11:32
Bagikan
Senjata buatan Zastava Arms, Serbia.
Bagikan

Hidayatullah.com—Beberapa senjata yang digunakan oleh pelaku serangan di Paris beberapa hari lalu dibuat pada akhir tahun 1980-an di Serbia, kata seorang pimpinan pabrik pembuatan senjata di Serbia.

Milojko Brzakovic, direktur pabrik senjata Zastava Arms, mengatakan pihaknya telah memeriksa nomor seri sekitar 8 senjata api laras panjang yang diterima dari kepolisian.

Senapan serbu M70 yang diidentifikasi itu merupakan bagian dari persenjataan yang pernah dikirim ke gudang senjata di Slovenia, Bosnia dan Macedonia, kata Brzakovic kepada kantor berita Reuters.

“Tidak diragukan lagi senjata-senjata itu dibuat oleh kami, kamilah satu-satunya produsen ketika itu, dan kami memiliki nomor seri untuk semua produk yang kami hasilkan. Namun, di tahun 1990-an siapa saja bisa mendapatkannya dari gudang-gudang senjata milik tentara,” imbuh Brzakovic, seperti dikutip BBC Sabtu (28/11/2015). [Baca juga: AK-47 Serangan di Paris Kabarnya Berasal dari Jerman]

Senapan M70 merupakan versi modifikasi oleh Yugloslavia dari senjata AK-47 buatan Rusia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Zastava Arms, yang berpusat di kota Kragujevac dan sebelumnya dikenal sebagai Zavodi Crvena Zastava, merupakan satu-satunya pabrik milik negara yang memproduksi senjata api ukuran kecil untuk digunakan oleh militer dan polisi negara komunis Yugoslavia, yang sekarang pecah menjadi beberapa negara di antaranya Serbia.

Usai perang di kawasan Balkan pada 1990-an, banyak persenjataan militer yang masih berada di tangan warga sipil.

Banyak dari senjata-senjata itu yang kemudian berpindah ke Eropa Barat melalui penyelundupan dalam jumlah kecil, kata Nils Duquet dari Flemish Peace Institute.

Muncul pula laporan-laporan yang menyebutkan bahwa persenjataan dari bekas negara Yugoslavia digunakan oleh kelompok-kelompok oposisi Suriah dalam perang sipil di Suriah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Inggris Berunjuk Rasa Menentang Serangan Udara di Suriah
Tulisan selanjutnya Setelah Hina Wartawan Difabel, Donald Trump Cerca Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?