Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AK-47 Serangan di Paris Kabarnya Berasal dari Jerman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 November 2015 13:18 1:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 November 2015 13:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Koran Jerman Bild hari Jumat (27/11/2015) membuat kehebohan di dalam negeri dengan laporannya yang menyebutkan bahwa senjata-senjata yang dipakai oleh pelaku serangan di Paris belum lama ini berasal dari Jerman. Bild mengklaim pihaknya memiliki dokumen dari kejaksaan yang menunjukkan bahwa seorang dealer senjata Jerman telah ditangkap berkaitan dengan serangan yang diklaim dilakukan oleh kelompok ISIS tersebut.

Seorang pria berusia 34 tahun asal kota Magstadt di selatan Jerman bernama Sascha W. diduga telah menjual empat senjata Kalashnikov (2 senjata AK-47 buatan China dan dua Zastava M-70 buatan Yugoslavia) kepada seorang pembeli asal Arab enam hari sebelum serangan terjadi, melalui apa yang disebut sebagai jaringan gelap, tempat jual beli bermacam-macam barang “haram” di internet.

Siang harinya, setelah laporan Bild meluas, sejumlah reporter mendatangi kantor kejaksaan di Stuttgart. Di sana mereka mendapatkan kabar bahwa memang benar ada penangkapan atas Sascha W. karena menjual senjata-senjata api replika dan senjata Kalashikov asli. Namun, tidak ada bukti bahwa Sascha berkaitan dengan serangan di Paris.

Laporan badan penyiaran milik pemerintah Jerman, ARD, menyebutkan bahwa kabar tidak jelas itu kemungkinan disebabkan karena kesalahan membaca laporan yang dikeluarkan oleh pihak pabean Jerman, yang mengatakan bahwa senjata-senjata yang dijual Sascha sama jenisnya dengan yang dipakai dalam serangan Paris.

Win Zwijnenburg, penasihat kebijakan pelucutan senjata dan keamanan di IKV Pax Christi, sebuah LSM berbasis di Belanda, mengatakan para pelaku serangan Paris bisa mendapatkan senjata dari sumber mana saja. “Latar belakang kebanyakan senjata itu adalah negara-negara Balkan, bekas Yugoslavia, atau persenjataan yang lebih baru dari Republik Ceko, Moldova atau Ukraina,” kata Zwijnenburg kepada Deutsche Welle.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Mudah sekali untuk memasukkan barang-barang ke dalam bagasimu lalu berkendara melintasi perbatasan,” ujarnya.

Kaitannya dengan Eropa Timur, Zwijnenburg mengatakan terdapat bukti-bukti bahwa persenjataan yang dijual secara legal ke pemerintah Iraq sudah mulai kembali ke Eropa secara ilegal.

Menurut Zwijnenburg, dalam kasus serangan Paris ada kemungkinan perantara jual-beli senjata yang digunakan pelaku adalah orang Jerman.

Lebih lanjut Zwijnenburg mengatakan pasar gelap penjualan senjata dikendalikan oleh kelompok-kelompok kriminal dan tidak kekurangan pasokan di Eropa.

Hanya saja, menurut Zwijnenburg laporan Bild yang menyebutkan senjata dalam serangan Paris didapat pelaku dari pasar gelap di internet kurang meyakinkan. Pasalnya, hal itu justru rumit dan membutuhkan banyak waktu.

“Jika Anda membutuhkan enam pucuk senjata AK-47 dan tambahan amunisi, Anda tidak melakukannya di pelosok web,” kata Zwijnenburg. “Anda harus membuat akun Bitcoin, kemudian mengatur pengirimannya, Anda juga harus mempercayai penjualnya, yang tidak bisa Anda lihat, dan Anda juga tidak bisa melihat apakah senjata-senjata itu benar-benar berfungsi. Harus ada kepercayaan yang sangat besar. Jika Anda membelinya di pasar gelap (bukan lewat internet, red), Anda bisa melihat senjatanya dan bahkan memegangnya dengan tangan Anda.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hasil Uji Ulang LPPOM MUI, Sampel Uji Tak Terdeteksi DNA Babi
Tulisan selanjutnya Rusia Bombardir Wilayah Perbatasan Suriah-Turki dukung Kurdi Kuasai Perbatasan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?