Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mayoritas Anggota Parlemen Australia dari Partai Pemerintah Tolak Perkawinan Homoseksual

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Januari 2016 17:46 5:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Januari 2016 17:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mayoritas anggota Parlemen Australia dari Partai Koalisi Liberal Nasional yang memerintah, menyatakan menolak adanya perkawinan sesama jenis.

Dari 123 wakil rakyat baik di DPR maupun di senat, 83 orang tegas menolak.

Demikian data yang dikumpulkan LSM Australian Marriage Equality (AME) serta hasil interview ABC mengenai sikap wakil rakyat dari partai pemerintah ini terhadap isu Perkawinan Homoseksual.

Menurut hasil analisi AME, sebenarnya ada 18 wakil rakyat dari Partai Koalisi yang mendukung, serta 22 orang lainnya yang belum menyatakan sikapnya.

Kebijakan kedua partai yang berkoalisi ini adalah mempertahankan definisi Perkawinan tradisional, yaitu antara pria dan wanita.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun setelah melalui berbagai rapat internal partai tahun lalu, para wakil rakyat dari Partai Koalisi setuju untuk melakukan voting dengan pilihan: apakah akan melegalisasi Perkawinan Homoseksual setelah pemilu mendatang.

Jika tidak ada aral melintang, pemilu Australia dijadwalkan berlangsung akhir 2016.

PM Malcolm Turnbull sendiri secara pribadi mendukung Perkawinan Homoseksual, namun secara politik menghendaki adanya plebisit atau voting oleh rakyat banyak.

Terkait rencana plebisit ini, tahun lalu PM Turnbull menyatakan, “ketika rakyat Australia mengambil keputusan, keputusan itu akan berlaku.”

Namun Senator Partai Liberal asal Tasmania, Eric Abetz, melontarkan pernyataan yang berlawanan dengan PM Turnbull.

“Terserah masing-masing anggota untuk memutuskan apakah plebisit itu benar-benar mencerminkan pandangan rakyat Australia,” katanya demikian dikutip Radio ABC.

“Ada anggota parlemen yang tak bisa mendukung hasil plebisit apapun hasilnya nanti. Misalnya, jika mayoritas rakyat menyatakan ‘tidak’ kepada Perkawinan Homoseksual, apakah Warren Entsch (anggota parlemen yang mendukung Perkawinan Homoseksual) akan berhenti menyuarakan isu ini. Saya yakin tidak,” kata Senator Abetz, yang dikenal sebagai pendukung setia Tony Abbott.

Namun Warren Entsch mengatakan, pemerintah akan terikat pada hasil voting nasional atau plebisit atas isu ini.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiagayhomoseksuallgbtperkawinan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Gunakan Terapi Pernikahan untuk Cegah Terorisme
Tulisan selanjutnya PP KAMMI Dukung Menristek Larang Kegiatan LGBT di Kampus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?