Hidayatullah.com—Sedikitnya 80 orang meninggal dunia akibat hawa panas di Andhra Pradesh dan Telangana, India bagian selatan.
Temperatur di kedua negara bagian itu naik hingga 45 derajat Celcius dan hujan yang biasanya ada di bulan April belum turun.
Namun demikian, pejabat negara bagian itu mengatakan wilayahnya tidak mengalami gelombang hawa panas, karena tidak terpantau “ketidaknormalan” temperatur saat ini.
Lebih dari 2.000 orang diperkirakan tewas akibat gelombang hawa panas yang melanda kedua wilayah itu tahun lalu.
Pejabat urusan penanggulangan bencana mengatakan kepada wartawan BBC edisi bahasa Hindi bahwa jumlah korban nyawa di kedua negara bagian itu hingga Kamis malam (7/4/2016) lebih dari 80 jiwa, dan sepertinya akan bertambah menjadi di atas 100 pada akhir pekan.
Pemerintah di wilayah tersebut meminta agar masyarakat tidak membiarkan dirinya terpapar sinar matahari antara pukul 12 hingga 16 petang.
Petugas bagian cuaca mengatakan temperatur harus naik sedikitnya 5 derajat dulu sebelum pemerintah setempat menyatakan terjadi gelombang hawa panas di wilayah mereka.
“Sejauh ini tidak ada indikasi semacam itu. Suhu standar di sini 40-42 derajat Celcius. Perubahan yang terjadi hanya hujan petir yang biasanya terjadi pada saat ini di kurun tahun ini tidak terjadi,” kata Narasimha Rao, direktur departemen meteorologi di Hyderabad, ibukota Telangana.*