Hidayatullah.com–Iran telah melakukan ‘tes akhir’ dari misil balistiknya Shahab-3, yang mampu menjangkau Israel dan pangkalan militer AS di Arab Saudi dan Turki, demikian menurut Kementerian Luar Negeri Iran Senin (7/7).
Ujicoba itu berlangsung ‘beberapa minggu lalu,’ bertentangan dengan laporan Israel yang menyebutkan tes tersebut terjadi pekan lalu, kata jurubicara kementerian itu Hamid Reza Asefi kepada para wartawan. “Kelihatannya, Israel terlambat mendapatkan informasi itu,” kata Asefi.
“Ujicoba itu merupakan tes terakhir sebelum diserahkan kepada angkatan bersenjata. Jarak misil tersebut sama seperti tes yang dilakukan Iran sebelumnya,” kata Asefi menambahkan.
Shahab-3 memiliki daya jangkau kira-kira 1.300 km, yang berarti misil tersebut dapat menjangkau Israel dan pangkalan pasukan AS di Arab Saudi, Afghanistan, Pakistan dan Turki.
Suratkabar Israel Haaretz melaporkan tes tersebut adalah yang paling berhasil dari tujuh atau delapan peluncuran selama lima hari.
Roket Qassam
Sementara Iran berhasil mencoba menyelesaikan pembuatan program nuklirnya, Israel juga dikabarkan meningkatkan pembuatan roket al-Qassam.
Menurut beberapa harian Israel, Briged Izzudin al-Qassam kini terus melakukan uji coba pembuatan peluru kendali untuk melawan pasukan Zionis.
Israel terus merasa ketakutan dengan negara-negara Islam didekatnya seperti Iraq, Palestina dan Iran. Walau Yahudi secara diam-diam telah lama melakukan ujicoba pembuatan nuklir di Dimona, toh, Israel melalui AS dan PBB terus menekan Iran dan Palestina. (ap/afp/cha)