Hidayatullah.com—Kejaksaan Belgia mengatakan seorang tersangka pelaku teror yang ditangkap pada hari Jumat (8/4/2016) mengaku sebagai “pria bertopi” yang terlihat bersama dengan pelaku pemboman di bandara Brussels lainnya.
Menurut kejaksaan, Mohamed Arbini mengatakan kepada penyidik bahwa dia berada di lokasi bom bunuh diri itu pada 22 Maret lalu, lapor BBC Sabtu (9/4/2016).
Arbini juga dicari-cari aparat dalam hubungannya dengan serangan di Paris yang menewaskan 130 orang pada November 2015.
Dia adalah satu di antara enam orang pria yang ditangkap di Brussels pada hari Jumat kemarin. Empat orang telah dijerat dengan tuduhan terorisme.
Serangan di Bandara Zaventern dan sebuah stasiun kereta di Brussels menewaskan 32 orang.
Pihak berwenang berkeyakinan para pelaku serangan di Brussels dan Paris tergabung dalam jaringan sama yang terkoneksi dengan kelompok bersenjata ISIS.
Menurut pernyataan kejaksaan federal, Arbini, 31, adalah warganegara Belgia asal Maroko. Saat dikonfrontir dengan bukti-bukti yang ada dia mengaku sebagai pria bertopi yang terekam dalam CCTV bersama dua pelaku bom bunuh diri di Zaventern.
“Dia mengatakan membuang jaketnya di tempat sampah dan menjual topinya setelah melakukan serangan,” imbuh pernyataan itu.
Tidak ada komentar dari Arbini sebagai tersangka maupun dari pengacaranya.
Sidik jari dan DNA Arbini ditemukan di dua “rumah aman” di Brussels, serta di sebuah mobil yang dipakai dalam serangan di Paris, kata penyidik sebelumnya.
Tersangka lain yang dikenai dakwaan pada hari Sabtu kemarin bernama Osama K, Herve BM dan Bilal EM. Mereka semua dikenai tuduhan “berpartisipasi dalam aksi teror” berkaitan dengan pemboman di Brussels.
Dua orang lain yang ditangkap pada hari Jumat dinyatakan bebas.
Laporan-laporan media mengidentifikasi Osama K sebagai warganegara Swedia bernama Osama Krayem. Dia terlihat bersama dengan pelaku bom bunuh diri di stasiun Malbeek tidak lama sebelum bom meledak pada 22 Maret, kata penyidik.
Pihak penyidik juga mengatakan Osama K membawa tas-tas yang dipakai oleh 2 pelaku bom di Bandara Zaventern pada hari yang sama.
Osama K diyakini masuk Yunani dari Suriah bersama para migran tahun lalu, dengan menggunakan paspor Suriah palsu. Jaksa meyakini dia dibawa ke Jerman dari Belgia oleh tersangka serangan Paris Salah Abdeslam pada Oktober silam dengan menggunakan mobil.
Tersangka bernama Herve BM disebut-sebut berkewarganegaraan Rwanda. Bersama dengan Bilal EM, dia dituduh memberikan bantuan kepada Arbini dan Osama K.
Arbini diduga terekam kamera di sebuah SPBU bersama Abdeslam dua hari sebelum serangan paris November silam.
Salah Abdeslam, warganegara Belgia keturunan Maroko, tersangka serangan Paris ditangkap di Brussels bulan Maret lalu beberapa hari sebelum serangan di ibukota Belgia itu.
Hari Sabtu (9/4/2016) polisi bersenjata lengkap menyisir daerah Etterbek di Brussels. Targetnya adalah sebuah flat yang diyakini sebagai “rumah aman” yang dipakai para militan.*