Hidayatullah.com—Pemerintah Jerman mengumumkan keadaan darurat di wilayah selatan menyusul hujan deras yang menimbulkan banjir besar dan mengakibatkan kerusakan parah, serta merenggut nyawa beberapa orang.
Dilansir BBC, di selatan Bavaria orang-orang harus diselamatkan dengan menggunakan helikopter dan sedikitnya 250 anak terpaksa bermalam di sekolah mereka.
Banjir, yang juga melanda wilayah negara tetangga Austria dan Prancis, menimbulkan kerusakan parah di mana-mana.
Di distrik Rottal Inn, daerah terdampak paling parah, pemerintah mendirikan pusat pengendalian bencana.
Kota-kota kecil sepanjang Sungai Triften dan cabangnya mengalami banjir akibat air melampaui bantaran sungai. Arus banjir itu menyeret mobil-mobil, pepohonon dan juga furnitur dari rumah-rumah warga.
Di sejumlah tempat air mencapai ketinggian beberapa meter, jauh melampaui ketinggian jalan.
“Situasinya berubah buruk dengan sangat cepat dalam beberapa jam saja,” kata Walikota Triften Walter Czech Rabu malam (1/6/2016). “Seluruh pusat kota terendam banjir,” imbuhnya.
Sedikitnya di dua sekolah yang berada di daerah itu, para murid terpaksa menginap di ruang kelas karena rute mereka untuk menyelamatkan diri terpotong oleh aliran banjir, meskipun bangunan sekolah berada di tempat tinggi.
Agak ke utara, sekelompok anak sekolah yang sedang rekreasi di Sungai Regen berada dalam bahaya. Mereka berhasil diselamatkan petugas setelah perahu-perahunya terseret banjir.
Keadaan darurat juga berlaku di Passau, daerah perbatasan dengan Austria yang tiga tahun silam juga dilanda banjir besar.
Menurut dinas meteorologi Jerman, curah hujan di daerah Pfarrkirchen lebih dari 35 liter air permeter persegi dalam kurun 6 jam hari Rabu kemarin.
Sebelumnya hari Ahad lalu, badai petir diikuti hujan deras menghantam negara bagian Baden Wuerttemberg. Sampai sekarang operasi pembersihan masih berlangsung di sana.
Daerah Salzburg direndam banjir akibat luapan Sungai Inn. Penduduk setempat menyebut banjir besar itu sebagai “banjir abad ini”.
Di kota Braunau banyak jalan tidak dapat diakses. Sebanyak 750 petugas damkar dikerahkan guna mencegah banjir semakin meluas.
Sementara itu Deutsche Welle hari Rabu (1/6/2016) melaporkan bahwa tiga orang meninggal dunia akibat banjir di Simbach am Inn, Bavaria Bawah, kata Michael Fahmuller dari dewan distrik Rottal Inn kepada wartawan.
Dari gambar-gambar yang ditayangkan banyak media, tampak sejumlah tempat yang telah menyusut airnya dipenuhi dengan bebatuan dan kayu-kayu. Bebatuan yang menutupi area bekas banjir bukan hanya seukuran kerikil tetapi juga berukuran lebih besar dari ban mobil.*