Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Melalui Perjuangan 15 Tahun, Masjid di Nice Sumbangan Arab Saudi Akhirnya Dibuka

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Juli 2016 11:45 11:45 am
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Juli 2016 11:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah masjid sumbangan dari Arab Saudi di kota Nice, Prancis, membuka pintu-pintunya untuk pertama kali hari Sabtu (2/7/2016), setelah melalui perjuangan 15 tahun berperkara dengan pemerintah setempat.

Masjid Nicois En-nour Institute menadapatkan izin untuk dibuka mulai Sabtu pagi kemarin dari otoritas setempat yang mewakili Walikota Phippe Pradal, yang baru-baru ini menggantikan Christian Estrosi.

Estrosi bersikeras menentang pembangunan masjid itu, dan pada bulan April dia mendapatkan lampu hijau untuk menggugat negara Prancis guna mencegah agar masjid itu tidak beroperasi di kota yang terletak di selatan Prancis tersebut.

Estrosi menuding pemilik bangunan masjid, Menteri Urusan Islam Arab Saudi Syaikh Saleh bin Abdulaziz, mengusung syariah dan menginginkan agar semua gereja di Jazirah Arab dihancurkan.

Menurut Estrosi, yang menjadi walikota sejak 2008, proyek itu –yang mendapat izin dari pendahulunya di tahun 2002– adalah tidak sah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dibukanya masjid tersebut merupakan “kebahagian luar biasa”, menurut Ouassini Mebarek, pengacara dan ketua asosiasi keagamaan setempat.

“Namun, tidak ada perasaan menang berlebihan dalam hal ini,” kata Mebarek kepada AFP. Menurut pengacara itu, dibukanya masjid merupakan kebebasan untuk menjalankan agama yang sesuai dengan nilai-nilai Republik Prancis.

Sepuluh jamaah terlihat memasuki ruang bawah masjid, yang dapat menampung 880 orang itu, untuk melakukan shalat malam.

“muslim lebih menyukai rumah Allah dibanding rumahnya sendiri, apalagi ini indah,” kata Abdelaziz, yang datang untuk shalat bersama putranya Muhammad.

Di ruangan khusus wanita, Amaria, seorang ibu dari daerah tetangga Moulins, berkata, “Hari ini kami bahagia. Bahagia dan lega mendapati tempat ini … Kami lelah menyembunyikan diri, kami bukan tikus!”

Pembangunan masjid itu dimulai pada tahun 2003, di sebuah bangunan yang terletak di distrik perkantoran.

Dilansir situs The Local, penduduk Nice menunjukkan dukungan mereka terhadap eksistensi masjid itu dengan petisi yang ditandatangani oleh 2.000 orang.

Masjid itu menjadi populer karena selama ini Muslim di kota kawasan Riviera itu hanya punya satu tempat shalat kecil di pusat kota, yang meluber ke jalan jika banyak jamaah yang datang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setelah 85 Tahun, Adzan Kembali Menggema dari Dalam Hagia Sophia
Tulisan selanjutnya Sekolah Kami: Pohon, Gunung, Sungai dan Awan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Berita
20 Juli 2026 11:05
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?