Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jubir Wapres: Sudan Selatan Terjerumus Dalam Perang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Juli 2016 09:15 9:15 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Juli 2016 09:15
Bagikan
Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan Wapres Riek Machar.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sudan Selatan kembali terjerumus ke dalam perang, kata seorang juru bicara untuk wakil presiden kepada BBC, sementara faksi-faksi saling bertempur dan ratusan orang dikabarkan tewas karenanya.

Pasukan yang loyal kepada Wakil Presiden Riek Machar mengatakan tentara pemerintah menyerang posisi mereka di ibukota Juba.

Namun, Menteri Informasi Michael Makuei Lueth mengatakan laporan itu “tidak jujur”, lapor BBC Ahad (10/7/2016).

Kolonel William Gatjiath, juru bicara pasukan pendukung Machar, kepada BBC mengatakan bahwa Presiden Salva Kiir tidak serius soal kesepakatan damai.

Menurutnya, ratusan anggota pasukan Machar tewas hari Ahad kemarin, dan loyalis wakil presiden itu bergerak menuju Juba dari arah berbeda-beda.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menteri Lueth mengatakan bahwa pasukan pemerintah hanya membalas serangan yang dilakukan pasukan Machar atas sebuah pos pemeriksaan, seraya menambahkan pasukan tersebut sekarang sudah kocar-kacir. “Situasinya normal dan terkendali,” kata Lueth.

Beberapa hari terakhir negara baru pecahan Sudan itu menyaksikan bentrokan bersenjata antara pasukan pendukung Presiden Kiir dan pasukan pendukung Wapres Machar.

Sedikitnya 150 orang tewas dalam bentrokan hari Jumat lalu, sebelumnya kondisi akhirnya pulih pada hari Sabtu. Siaran lokal Radio Tamazuj hari Ahad melaporkan bahwa jumlah orang yang mati dalam bentrokan bersenjata itu kemungkinan mencapai 271.

Kabarnya, bentrokan hari Jumat itu disebabkan oleh baku-tembak antara pengawal Kiir dan Machar, yang terjadi tidak lama setelah kedua pemimpin Sudan Selatan itu bertemu.

Juli 2011 Sudan Selatan menjadi negara baru terpisah dari Sudan, setelah selama 20 tahun melancarkan perang gerilya melawan pemerintahan di Khartoum. Para pemberontak di bagian selatan Sudan, yang mayoritas dihuni oleh warga Kristen, merasa kekayaan alam di wilayah mereka dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah pusat di Khartoum.

Namun, rupanya meskipun sudah merdeka orang-orang di Sudan Selatan sekarang justru berperang dengan sesamanya guna memperebutkan kekuasaan di negara muda yang banyak memiliki sumber minyak itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Enam Hari Puasa Syawal seperti Puasa Setahun
Tulisan selanjutnya Dikabarkan Mencoba Bunuh Diri, Bradley Manning Dirawat di Rumah Sakit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?