Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sopir Truk Maut di Nice Kirim Uang 1,4 Miliar ke Keluarga di Tunisia Sebelum Kejadian

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Juli 2016 10:19 10:19 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Juli 2016 10:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mohamed Lahouaiej-Bouhlel, pelaku serangan truk maut di Nice, Prancis, menurut keterangan anggota keluarganya memang sosok yang memiliki banyak masalah, tetapi dia bukan teroris.

Ayah pelaku, yang ditembak mati petugas di lokasi serangan setelah menewaskan puluhan orang dengan truk yang dikendarainya, mengatakan putranya mengalami gangguan depresi berat.

“Dari tahun 2002 sampai 2004 dia mengalami masalah yang menyebabkan gangguan mental,” kata Mohamed Mondher Lahouaiej-Bouhlel.

“Dia mudah marah dan berteriak dan memecahkan apa saja yang ada di depannya. Dia sangat kasar dan sangat-sangat sakit. Kami membawanya ke dokter, dan dia diberi obat-obatan,” paparnya dalam wawancara dengan televisi Prancis BMF dilansir MailOnline Sabtu (16/7/2016).

“Dia selalu menyendiri, selalu diam, tidak mau bicara. Bahkan dia tidak menyapa orang-orang di jalan.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mondher mengatakan dirinya tidak pernah kontak setelah anaknya itu pindah ke Prancis meninggalkan rumah mereka di Msaken, bagian timur Tunisia.

“Dia tidak pulang meskipun saudara-saudara laki-laki dan perempuannya memanggilnya.”

Mondher mengkonfirmasi putranya memiliki hubungan tidak harmonis dengan istrinya yang sekarang dalam proses cerai, seorang wanita Prancis-Tunisia dari Nice.

Sementara itu Jaber Bouhlel, mengaku terkejut mendapat kiriman uang dalam jumlah sangat banyak dari Mohamed Bouhlel beberapa hari sebelum peristiwa penabrakan truk di Nice yang menewaskan lebih dari 80 orang dan melukai puluhan lainnya itu.

“Mohamed mengirimi keluarga 240.000 dinar Tunisia beberapa hari sebelumnya,” kata Jaber Bouhlel, saudara laki-laki pelaku serangan truk di Nice, kepada MailOnline. Uang itu setara £84,000 atau sekitar 1,4 miliar rupiah.

“Dia biasa mengirim uang ke kami dalam jumlah kecil rutin seperti kebanyakan orang Tunisia yang bekerja di luar negeri. Tapi, tiba-tiba dia mengirimi kami semua uang itu, sangat banyak. Dia mengirim uang tersebut secara ilegal. Dia menyerahkan uang tunai kepada orang-orang yang dikenalnya yang pulang ke kampung kami dan meminta agar mereka menyerahkannya kepada keluarga,” cerita Jaber.

“Dia bukan teroris,” imbuhnya.

  • Tersangka Truk Maut di Nice, Sopir Asal Tunisia Berkepribadian Aneh

Rebab, saudara perempuan Mohamed, mengatakan saudara kandungnya itu tidak punya kebiasaan menghubungi keluarga. “Tetapi akhir-akhir ini, bulan belakangan, dia menelepon kami setiap hari dan mengirimi kami uang … Dia menghubungi beberapa kali dalam sehari.”

Ibrahim Bouhlel, seorang keponakan, mengatakan pamannya itu tidak pernah punya masalah keuangan dan dia mengatakan pekan ini berencana pulang ke Tunisia untuk pesta keluarga.

Rebab dan Ibrahim sama-sama mengatakan tidak ada tanda-tanda yang aneh pada Mohamed saat mengontak keluarganya.

Sementara itu, Walid Hamou, sepupu dari istri Mohamed Bouhlel, Hajar, memberikan informasi negatif tentang mendiang suami sepupunya itu.

“[Mohamed] Bouhlel tidak relijius. Dia tidak pergi ke masjid, tidak shalat, tidak puasa Ramadhan,” kata Hamou.

“Dia minum alkohol, makan babi dan mengkonsumsi narkoba. Semua itu dilarang dalam Islam. Dia bukan seorang Muslim, dia seorang ****. Dia memukuli istrinya, sepupu saya, dia seorang yang sangat buruk,” imbuhnya.

Wissam, seorang tetangga sekampung Mohamed Bouhlel yang diidentifikasi bekerja sebagai sopir jasa antar di Nice, memberikan informasi menarik tentang Mohamed pada malam kejadian Kamis (14/7/2016).

“Pada Kamis malam dia minum-minum dengan seorang teman kerjanya dan mereka bertengkar. Temannya itu berkata kepadanya ‘kamu tidak ada artinya apa-apa’. Lantas dia [Mohamed] menjawab: ‘Satu hari nanti, kamu akan mendengar tentang saya’.”

Berbicara kepada media Prancis L’Express Wissam berkata, “Perhatikan ya, ini orang pemabuk dan penghisap ganja.”

Tidak jelas apa motif sebenarnya Mohamed Lahouaiej-Bouhlei menerjang kerumunan massa di sepanjang jalan Promenade des Anglais di pesisir pantai di Nice pada malam perayaan Hari Bastille 14 Juli dengan truknya. Dan itu mungkin akan tetap menjadi misteri, karena dia langsung ditembak mati di tempat oleh petugas. Namun, kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah Kecam Teror di Prancis dan Kudeta Turki
Tulisan selanjutnya Yunani Timbang Permintaan Suaka Anggota Militer yang Telibat Kudeta Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?