Hidayatullah.com—Seorang pendeta asal AS, Tony Perkins, mengatakan bencana alam berupa banjir yang melanda wilayah Lousiana merupakan hukuman Tuhan bagi kaum gay (LGBT), pelaku aborsi dan pelaku perkawinan sejenis.
Sebelumnya, Pendeta Tony Perkins mengungsi dari rumahnya di Louisiana, yang dilanda banjir hebat dan memaksa dia dan keluarganya mengungsi dengan kano.
“Ini adalah banjir yang dapat dibandingkan dengan yang tertulis di Alkitab,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Dewan Riset Keluarga (Family Research Council),” ujarnya dikutip BBC.
“Kami harus pergi dari rumah kami pada hari Sabtu (13/08/2016) dengan sampan. Di ujung jalan rumah kami, air mencapai tinggi sekitar tiga meter. Rumah kami kebanjiran, mobil kami terendam banjir.”

Tony Perkins dikenal sebagai pendeta yang menentang LGBT. Tahun 2015 ia membuat kontroversi saat mengamini sebuah pernyataan bahwa bencana alam diberikan Tuhan sebagai hukuman atas aborsi dan perkawinan sesama jenis (LGBT).
Kala itu, dia mewawancarai pendeta Yahudi Mesianik yang ekstrim, Jonathan Cahn, yang berkata kepadanya bahwa Topan Joaquin, yang menghancurkan Hawaii tahun lalu, adalah ‘tanda kemarahan Tuhan.’
Dalam wawancara itu, Jonathan Cahn menyatakan badai itu adalah isyarat murka Tuhan atas legalisasi pernikahan sesama jenis dan aborsi dan hubungan antara PBB dan Israel.
Ketika itu Tony Perkins mengamini dan menambahkan, “Tuhan sedang mengirimkan pesan kepada kita.”
Akibat banjir yang melanda Louisiana AS, sedikitnya tiga tewas. Gambar-gambar mengejutkan dari Baton Rouge di Louisiana menunjukkan penyelamatan dramatis di negara bagian yang dilanda bencana itu.
Palang Merah Amerika menyatakan banjir di Louisiana merupakan bencana alam terburuk di AS sejak Badai Sandy pada tahun 2012. Sementara Presiden Barack Obama menetapkan status bencana di Lousiana.*