Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dinas Rahasia Swiss Dapat Lisensi Menyadap Telepon dan Meretas Komputer Warga

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 September 2016 06:48 6:48 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 September 2016 06:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Rakyat Swiss telah memberikan izin kepada dinas intelijen negaranya untuk menyadap jalur telepon dan memantau aktivitas dunia siber guna mencegah aksi terorisme.

Dilansir Swissinfo, hasil akhir referendum menunjukkan bahwa sekitar 66,5% pemilik suara setuju dinas rahasia negaranya melakukan pengintaian dengan menyadap telepon dan meretas komputer.

Menteri Pertahanan Guy Parmelin secara pribadi menyambut baik hasil referendum itu.

“Hal tersebut memberikan Swiss alat modern untuk mengatasi ancaman-ancaman saat ini,” katanya dalam konferensi pers hari Ahad (25/9/2016).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurutnya, undang-undang baru yang akan mulai diberlakukan pada September 2017 itu akan memberikan kontrol yang lebih ketat kepada parlemen.

Parmelin mengatakan, kementerian pertahanan akan mengevaluasi peralatan berteknologi baru yang diperlukan dan akan menambah pegawai sekitar 20 orang sebelum tahun 2019.

Ilmuwan politik Calude Longchamp berpendapat hasil referendum itu bukan berarti rakyat memiliki kepercayaan penuh terhadap pemerintah, melainkan semata memberikan tambahan wewenang kepada dinas rahasia.

Kelompok pembela hak-hak sipil dan kebanyakan partai sayap kiri tahun lalu menentang keputusan parlemen yang menyetujui amandemen undang-undang guna memberikan wewenang pengintaian lebih luas kepada dinas rahasia. Mereka berpendapat hal itu akan menimbulkan resiko bagi warga masyarakat.

Mereka khawatir wewenang itu akan dipakai untuk mengoleksi sebanyak-banyaknya data oleh aparat, sehingga mengarah pada pengintaian ketat oleh penguasa terhadap rakyatnya seperti skandal yang terungkap pada tahun 1989 di penghujung era Perang Dingin.

Para pengkritik mengatakan lagi-lagi rakyat yang tidak bersalah akan menjadi korban target agen dinas rahasia yang bertindak berdasarkan petunjuk atau bukti samar-samar, sehingga hak-hak sipil warga rentan dilanggar.

Peraturan baru hasil amanden itu nantinya akan memperbolehkan dinas rahasia menyadap properti milik pribadi warga, menyadap jalur telepon serta meretas komputer-komputer pribadi dalam kondisi tertentu.

Dalam kampanyenya agar rakyat mendukung peraturan baru itu, Parmelin mengatakan bahwa hal tersebut diperlukan untuk mengurangi ketergantungan negara Swiss pada pertukaran informasi dengan dinas intelijen negara asing.

“Serangan-serangan teroris di Eropa beberapa bulan ini membuat kami kesulitan untuk meyakinkan warga bahwa lebih banyak pengintaian tidak berarti keamanan juga akan lebih meningkat,” kata Tamara Funiciello, ketua kelompok Sosialis Muda mengomentari hasil referendum itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Melebihi Dugaan, Pelatihan Masjid Mandiri di Istiqlal Diikuti Ribuan Peserta
Tulisan selanjutnya Eks Pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau Muncul dalam Video Klip Terbaru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

Berita
30 September 2026 20:05
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf
Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi atas Jaringan Pendanaan Hamas
  • “Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim
  • Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf
  • Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi
  • Menlu AS Bicarakan Perlucutan Senjata Hizbullah dengan Raja Yordania
  • Pakar Filsafat Islam UNIDA Ungkap Penyebab Generasi Muda Terpapar Ateisme di Media Sosial
  • Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
  • Ustadz Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
  • Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
  • Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?