Hidayatullah.com—Uni Eropa mengatakan untuk sementara akan mencoret nama Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia (FARC) dari daftar teroris, menyusul ditandatanganinya kesepakatan damai antara kelompok bersenjata itu dengan pemerintah Bogota hari Senin (26/9/2016).
Federica Mogherini, kepala kebijakan luar negeri UE, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “keputusan ini akan berlaku setelah ditandatanganinya kesepakatan damai,” lapor Deutsche Welle.
“Kami siap untuk terus memberikan dukungan, dengan fokus pada implementasi kesepakatan tersebut,” kata Mogherini. Dia juga mengumumkan bahwa UE akan mengaktifkan paket bantuan senilai 600 juta euro menyusul ditekennya perjanjian damai tersebut.
Dengan dicoretnya sementara nama FARC dari daftar teroris, berarti UE juga akan mencabut sanksi atas kelompok itu untuk sementara. Dengan demikian, kelompok gerilyawan itu akan dapat mengakses dana dan aset-aset finansialnya, yang dibekukan setelah dinyatakan sebagai teroris oleh Uni Eopa pada 2002.
Hari Ahad, Dubes Uni Eropa untuk Bogota Ana Paula Zacarias mengatakan kepada stasiun televisi RCN bahwa ada kemungkinan untuk mencoret selamanya nama FARC dari daftar teroris.
Berbicara kepada AFP, sebuah sumber diplomatik yang tidak bersedia identitasnya diungkap mengatakan bahwa sanksi atas FARC akan dikaji ulang dalam kurun enam bulan. Setelah itu baru penghapusan permanen nama FARC akan dibicarakan.
Sementara itu, Amerika Serikat mengaku belum siap untuk mencoret FARC dari daftar terorisnya. Namun, Menteri Luar Negeri John Kerry mengkonfirmasi bahwa masalah itu akan ditinjau ulang setelah perjanjian damai benar-benar diimplementasikan.
Amerika Serikat memasukkan nama FARC dalam daftar hitamnya sejak 1997. Akan tetapi Uni Eropa baru menuliskan nama FARC dalam daftar teroris pada tahun 2002, menyusul terjadinya serangan 9/11 atas gedung WTC New York pada 2001.*