Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Moroko Ingin Bergabung Kembali dengan Uni Afrika

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 November 2016 07:42 7:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 November 2016 07:42
Bagikan
Maroko bergabung Uni Afrika
Bagikan

Hidayatullah.com–Moroko ingin bergabung kembali dengan Uni Afrika setelah keluar pada tahun 1984 sebagai protes atas keputusan Uni Afrika yang menerima Sahara Barat sebagai anggota.

Raja Moroko Mohammed VI mengumumkan bahwa negaranya siap untuk “menempati kembali posisi aslinya di Afrika” selama pidato pada Minggu ketika dia menemui para pemimpin Afrika di Senegal.

Pidatonya menandai peringatan ke 41 dari Green March 1975, ketika para demonstran Moroko dan tentara berbaris menuju Sahara Barat dalam upaya memaksa Spanyol agar menyerahkan wilayah yang bersengketa.

Dalam sikap solidaritas terhadap Afrika, Mohammed VI menyampaikan pidato tahunan dari luar Moroko untuk pertama kalinya “untuk menunjukkan minat besar yang kami tujukan di benua kita,” sembari menekankan “ketidaktergoyahkannya Moroko dalam identitas Sahara Barat” demikian dikutip laman MiddleEastEye, Rabu (09/11/2016).

Green March dengan cepat berputar menjadi perang baru antara Moroko dan milisi Sahara Barat dari sebelumnya pergolakan Polisario – sebuah konflik yang terjadi selama 16 tahun dan berakhir dengan kemenangan kerajaan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mohammed VI juga menyatakan bahwa Moroko memiliki “tingkat dukungan yang mengejutkan dalam mengambil kursi di jantung keluarga institusional Afrika,” merujuk pada Uni Afrika.

Moroko sedang berupaya untuk bergabung kembali dengan Uni Afrika setelah keluar pada tahun 1984 sebagai protes terhadap keputusan Uni Afrika yanv menerima Sahara Barat sebagai anggota.

Mohammed VI tiba pada larut Minggu dari Gabon sebagai bagian dari tur Afrika Timur selama tiga hari dengan mengunjungi Rwanda dan Tanzania.

“Yang Mulia Raja berada di Senegal sebagai bagian memperkuat hubungan yang telah lama dan hubungan persahabatan istimewa serta kerjasama multi segi antara Kerajaan Moroko dan Republik Senegal,” seperti yang terbaca di pernyataan resmi pemerintah yang dikeluarkan pada Sabtu di Dakar.

Dia dijadwalkan bertemu dengan pejabat Senegal pada Senin, termasuk Presiden Macky Sall, untuk mendiskusikan kepentingan bersama dan menandatangani kesepakatan kerja sama antara kedua negara.

Sahara Barat

Moroko telah menduduki wilayah Sahara Barat yang jarang penduduk sejak 1975 dengan tindakan yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Mohammed VI menekankan negaranya “tidak akan meminta ijin siapapun untuk mengambil hak legitimasi kami”.

Moroko bersikeras bahwa Sahara Barat merupakan bagian integral kerajaan tersebut meskipun Sahrawi setempat telah lama mengkampanyekan hak penentuan nasib sendiri.

Pada 1991, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengajukan agar dilakukannya genjatan senjata antara tentara Moroko dan pemberontak Sahrawi dari Front Polisario dukungan Aljazair tetapi referendum yang dijanjikan untuk menetapkan status wilayah gurun itu belum terealisasikan.

Tawaran keanggotaan Rabat harus disetujui oleh voting Komisi Persatuan Afrika agar dapat diterima.

Kunjungan raja ke Senegal bersamaan dengan berkumpulnya para pemimpin dunia di Marrakech dalam konferensi COP PBB ke 22, untuk mendiskusikan bagaimana implementasi iklim Paris mengubah kesepakatan.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag: Penafsiran Al Maidah terkait Kasus Ahok Ranah Ulama
Tulisan selanjutnya Saudi Batalkan Kesepakatan Bantuan Minyak dengan Mesir $23 miliar ‘Tanpa Batas waktu’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?