Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penyintas Tunggal Ditemukan di Perahu yang Terbalik 220 Km dari Canary Islands

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Agustus 2021 13:35 1:35 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Agustus 2021 13:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang wanita ditemukan berpegangan pada perahu karet yang terbalik sekitar 220 km dari jauhnya dari Canary Islands, satu-satunya yang selamat dalam tragedi migran di laut yang merenggut 52 nyawa.

Dia terlihat sedang terombang-ambing oleh kru kapal dagang yang sedang melintas dan ditemukan dalam kondisi mengenaskan oleh petugas penyelamat, lansir BBC.

Wanita yang diselamatkan pada hari Kamis (19/8/2021) itu dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan dehidrasi parah.

Petugas penjaga pantai menukan dua mayat dan wanita tersebut mengatakan kepada petugas bahwa ada lebih 50 orang yang menumpang kapal nahas tersebut.

Tahun ini saja sudah lebih dari 8.000 migran mencapai Canary Islands yang merupakan teritori Spanyol.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Banyak dari mereka bertolak dari pantai antara Tarfaya di Maroko dan Laayoune di Sahara Barat, teritori sengketa yang diklaim oleh Maroko.

Rute itu menjadi semakin populer sebab jalur menuju Eropa lewat Laut Mediterania semakin sulit ditempuh. Akan tetapi, kelompok peduli HAM Walking Borders menyebutnya rute migran paling berbahaya di dunia.

Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan migrasi memperkirakan lebih dari 350 orang tewas tahun ini saat berusaha mencapai Canary Islands. Namun, Walking Borders meyakini jumlahnya lebih dari 2.000.

Pekan kemarin, 47 orang dikhawatirkan tewas di lepas pantai Mauritania ketika sebuah perahu mengalami mati mesin dan terombang-ambing selama dua pekan, sampai akhii ditemukan petugas penjaga pantai.

Tujuh orang penyintas ditemukan di perahu itu dan International Office of Migration mengatakan bahwa mereka diperkirakan bertolak dari Laayoune peda 3 Agustus.

Awal tahun ini, seorang gadis berusia 17 tahun bernama Aicha asal Pantai Gading ditemukan di tengah laut. Dia diselamatkan oleh personel Angkatan Udara Spanyol setelah 22 hari terombang-ambing.

Kepada BBC dia mengatakan pergi dari rumahnya menuju Mauritania, kemudian setelah dua hari di laut makanan habis. Lebih dari 50 orang yang menumpang perahu bersamanya tewas.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Canary Islandsmigran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar Hukum: Ucapan M Kece Bentuk Penghinaan Agama
Tulisan selanjutnya Bareskrim Polri Pastikan Akan Periksa M Kece: Penyelidikan Sedang Berjalan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman

Berita
25 Juni 2026 17:32
Turki Tangkap 209 Orang di Ankara Jelang KTT NATO
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
Taliban Melarang Penggunaan Ponsel Pintar oleh Aparat Pemerintah
Al Jazeera Desak Masyarakat Internasional Hukum ‘Israel’ usai Pembunuhan Jurnalisnya

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?