Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bagus untuk Foto, Susun Batu Menggangu Habitat Hewan Liar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Desember 2016 10:36 10:36 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Desember 2016 10:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para pakar kehidupan alam di Bermuda mendesak agar orang tidak memunguti batu dari tanah untuk disusun-susun lalu diambil gambarnya, sebab hal itu dapat menggangu habitat hewan yang hidup di sekitarnya.

Tingkah polah orang latah dan berlomba-lomba menyusun bebatuan tersebut merupakan masalah yang semakin sering terjadi di kawasan lindung Spittal Pond Nature Reserve. Kawasan alam itu adalah rumah dari Bermuda skink (jenis kadal kecil berkulit lembut dengan anggota tubuh berukuran pendek dan nyaris tak terlihat), salah satu hewan langka yang dilindungi.

Kawasan lindung adalah habibat penting untuk keberlangsungan hidup hewan tersebut dan masa depan Pulau Bermuda, kata Andrew Dobson, ketua Bermuda Audubon Society, seperti dilansir BBC Kamis (8/12/2016).

Aksi susun batu marak dilakukan pelancong di berbagai belahan dunia dan sebagian menganggapnya sebagai seni. Foto bebatuan yang disusun sedemikian rupa banyak bertebaran di internet. Aksi tangan-tangan usil itu mendapat kecaman dari US National Park Service, lembaga cagar alam Amerika Serikat, yang menyebutnya sebagai “vandalisme”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di Bermuda, kegilaan orang untuk menyusun bebatuan itu, menurut Dobson, marak sejak 9 bulan lalu. Bongkahan-bongkahan batu kapur alam diambil orang dari karang-karang di pesisir pantai.

“Dengan adanya perubahan iklim, Bermuda mengalami badai yang lebih sering dan lebih kuat. Erosi akibat badai-badai itu saja sudah cukup serius tanpa ditambah erosi tak diinginkan akibat perbuatan manusia,” kata Dobson kepada BBC.

Aksi tumpuk batu itu tidak hanya menjadi kabar buruk bagi kadal-kadal di Bermuda. Bebatuan yang diambil dari alam juga merusak habit burung-burung laut yang biasa membangun sarang di sela-sela bebatuan.

“Ungkapan ‘jangan ambil apapun kecuali kenangan, jangan tinggalkan apapun kecuali jejak tapak kaki’, tepat digunakan di sini,” kata Letkol William White, ketua Bermuda National Trust, yang meminta khalayak tidak mengusik bebatuan di alam.

“Alam membutuhkan waktu ribuan tahun untuk berevolusi dan kita harus berusaha keras menjaga agar tidak mengusik evolusi itu saat kita menikmati (pemandangan alam) sekitar,” kata White.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Halangi Pemakaman Warga Palestina di Kuburan Islam
Tulisan selanjutnya Sidang Perdana Terdakwa Ahok, 5 Majelis Hakim, 13 JPU, dan 8 Penasihat Hukum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran

Berita
11 Juli 2026 10:28
Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida

Terbaru

  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?