Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Puluhan Orang Afghanistan yang Dideportasi Jerman Tiba di Kabul

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Desember 2016 21:16 9:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Desember 2016 21:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tiga puluh delapan warga Afghanistan tiba di Kabul dari Jerman pada Kamis (15/12/2016) sebagai kelompok pertama yang dideportasi berdasarkan kesepakatan kedua negara tahun ini, setelah mereka ditolak permohonan suakanya.

Ribuan orang Afghanistan bergabung dengan para pencari suaka asal Timu Tengah dan lainnya memasuki Eropa sejak 2015, dan menjadi kelompok pencari suaka terbesar kedua setelah Suriah di Jerman pada 2016, menurut data otoritas Jerman seperti dilansir Reuters.

Sebuah pesawat sewaan yang mengangkut orang-orang Afghanistan itu, semuanya laki-laki, tiba di ibukota Kabul dari Frankfurt.

“Ketika itu pagi dini hari dan saya sedang tidaur ketika empat polisi datang ke rumah saya dan menangkap saya,” kata Ali Madad Nasiri, yang mengaku sudah tinggal di Jerman selama tiga tahun.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya tidak punya kesempatan untuk mengambil baju-baju, ponsel dan laptop saya, semuanya tertinggal,” kata Nasiri kepada wartawan Reuters sambil membawa sebuah tas kecil berisi sedikit barang miliknya.

Deportasi itu dilakukan berdasarkan sekepakatan yang dicapai antara Jerman dan Afghanistan bulan Oktober lalu, kata seorang juru bicara dair Kementerian Dalam Negeri Jerman sebelumnya.

Namun, kesepakatan itu menuai protes di Kemran beberapa pekan belakangan. Para pengkritiknya mengatakan banyak dari orang Afghanistan itu yang berada dalam bahaya dan kemungkinan akan mendapat tindakan balasan begitu mereka dipulangkan ke negaranya.

Kementerian Pengungsi Afghanistan akan membantu orang-orang itu pulang sampai ke rumahnya masing-masing, kata seorang juru bicara kementerian, seraya menambahkan bahwa sekitar 10.000 warga Afghanistan kembali dari Eropa tahun ini.

Pesawat selanjutnya yang akan mengangkut orang Afghanistan pulang sudah disewa untuk awal Januari 2017, menurut laporan media Jerman.

Lebih dari satu juta migran dan pengungsi dari Timur Tengah, Afrika dan lainnya tiba di Jerman sejak awal 2015, sehingga menimbulkan kekhawatiran soal keamanan dan integrasi negara Jerman.

Banjir migran dan pengungsi itu menjadi pendongkrak popularitas kelompok-kelompok anti-imigran seperti partai Alternative für Deutschland (AfD).

Pekan lalu, Partai Kristen Demokrat kendaraan politik Kanselir Angela Merkel memperkeras sikapnya terhadap migran dan Wakil Menteri Keuangan Jens Spahn mengatakan rintangan-rintangan hukum yang mempersulit dilakukannya deportasi harus dikurangi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengungsi Gempa Aceh Butuh Bahan Bangunan dan Kebutuhan Balita
Tulisan selanjutnya LSM Ajak Selamatkan 500 Etnis Rohingya yang Terjebak di Perairan Myanmar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?