Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Obama Bersedia Cabut Sanksi Dagang dan Investasi Atas Sudan, Asalkan …

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Januari 2017 19:38 7:38 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Januari 2017 19:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Amerika Serikat Barack Obama hari Jumat (13/1/2017) mengatakan kepada Kongres AS bahwa dia akan mencabut sebagian sanksi yang dijatuhkan atas pemerintah Khartoum, tetapi dengan masa tunda enam bulan guna memastikan Sudan memperbaiki catatan hak asasi manusianya.

Presiden Amerika Serikat yang segera mengkhiri jabatannya itu mengatakan hal tersebut ditandai dengan berkurangnya operasi ofensif militer dan janji dari pemerintah Khartoum untuk memelihara gencatan senjata di daerah-daerah konflik.

Saksi yang akan dicabut itu diperkirakan akan memberikan pengaruh pada bisnis di bidang pertanian, jasa ekspor-impor, transportasi, teknologi, peralatan medis dan minyak, kata seorang pejabat Gedung Putih seperti dilansir Deutsche Welle.

Pengumuman hari Jumat itu dibuat menyusul pernyataan Gedung Putih belum lama ini yang mengatakan negara Afrika itu bekerja sama dalam memerangi ISIS/ISIL dan kelompok-kelompok lainnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, keputusan akhir dari periode review itu terserah kepada pemerintahan Donald Trump, pengganti Obama, dan menteri luar negerinya. Pengusaha yang mendadak jadi presiden AS itu belum memberikan komentar soal masalah tersebut.

Sudan dicap sebagai negara sponsor terorisme oleh Amerika Serikat pada 1993 dan Gedung Putih menjatuhkan sanksi atas negara itu sejak 1997, karena pemerintahan Khartoum dianggap memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok bersenjata Muslim. Pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden pernah tinggal di negara itu dari tahun1992 sampai 1996.

Sejumlah sanksi masih akan berlaku, termasuk larangan penjualan senjata dan pemberian bantuan dari AS. Sanksi-sanksi yang diberikan terkait dengan Darfur, di mana kelompok pemberontak mengangkat senjata menentang pemerintah sejak 2003, juga belum akan dicabut.

Perekonomian Sudan ambruk sejak negara kaya minyak itu pecah menjadi Sudan dan Sudan Selatan pada 2011. Sebagian analis berpendapat itu mengapa belakangan pemerintah Khartoum ingin bekerjasama lagi dengan negara-negara Barat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hancur Kena Gempa, Masjid Quba Aceh akan Dibangun Lagi
Tulisan selanjutnya Ulama Turun dari Kendaraan Hormati Petani yang Pernah Melihat Imam An Nawawi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?