Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

“Saya Tak Menyesal,” Kata Masharipov Pelaku Serangan Klab Malam Reina Istanbul

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Februari 2017 07:30 7:30 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Januari 2017 06:29
Bagikan
Abdulkadir Masharipov, pria Uzbekistan pelaku serangan klub malam Rheina, Istanbul, yang diklaim ISIS/ISIL 1 Januari 2017.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pelaku serangan klab malam Reina di daerah Ortakoy kota Istanbul, Turki, 1 Januari lalu mengatakan kepada polisi bahwa dia tidak menyesali perbuatannya.

“Saya akan melakukannya lagi,” kata Abdulkadir Masharipov, pelaku serangan tersebut yang diklaim oleh ISIS/ISIL. Dalam kesaksiannya dia mengatakan mendapatkan perintah untuk melakukan serangan itu, yang menewaskan 39 orang dan melukai 65 lainnya, dari Raqqa lewat app ponsel Telegram, lansir Hurriyet hari Jumat (20/1/2017). Pria asal Uzbekistan berusia 34 tahun itu ditangkap oleh polisi Turki pada 17 Januari di distrik Esenyurt, Istanbul.

Polisi melakukan penggerebekan di 30 alamat di seluruh penjuru Turki, termasuk alamat yang digunakan perekrut militan dan yang mengirimkan orang berperang di Suriah. Sekitar 200 orang, kebanyakan orang asing, ditangkap dalam operasi itu, termasuk mereka yang dicurigai terkait ISIS/ISIL.

Polisi juga mengatakan menyita uang $197.000 dalam operassi anti-ISIL itu. Uang tersebut adalah akumulasi hasil sitaan dari semua operasi yang dilakukan, bukan dari alamat penggerebekan Masharipov saja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Masharipov mengatakan tiga militan ISIL mengambil putranya yang berusia 4 tahun saat dia tinggal di Silvri agar anak itu tidak menjadi “penghalang”.

“Ketika saya di Silvri, seseorang mendatangi saya. Dia berkata kepada saya, ‘Kamu dicari di mana-mana. Anak ini akan menjadi halangan, kami akan membawanya. Kami akan mengembalikannya kepadamu jika kamu sudah meninggalkan Istanbul,” kata Masharipov dalam kesaksiannya.

Menurut pihak berwenang, Masharipov menuntut informasi perihal perihal putranya. Dia mengatakan kepada polisi bahwa dirinya akan memberikan lebih banyak informasi tentang koneksi-koneksi ISIL-nya jika aparat menemukan anaknya itu.

Operasi kepolisian untuk menemukan tiga militan ISIL tersebut dan putra Masharipov masih terus berlanjut. Bocah itu diduga dibawa oleh militan ISIL ke distrik Pendik, Istanbul, tetapi dia tidak ditemukan di alamat yang dimiliki kepolisian.

Sebelumnya muncul kabar bahwa Masharipov berhasil lolos dari kejaran polisi setelah melakukan serangan di distrik Bakirkoy, Istanbul, dengan melancarkan tembakan ke arah petugas. Polisi saat ini masih mencari orang kedua yang berada di mobil ketika baku-tembak berlangsung.

Interogasi resmi atas Masharipov belum dimulai dan dia tidak bisa dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan atas lukanya, karena alasan keamanan. Oleh karena itu petugas memeriksa kesehatannya di markas kepolisian.

Di tempat lain, muncul kabar bahwa bahan peledak yang rencananya akan digunakan oleh Masharipov dalam aksi bunuh diri disita dari penggerebekan polisi di Provinsi Gaziantep, selatan Turki, pada 30 Desember 2016, di mana ketika itu 20 orang juga ditangkap.

Sementara itu, Ali Jameel Mohammad, yang ditangkap bersama Masharipov, mengatakan kepada polisi bahwa pelaku serangan Reina itu berencana pergi ke Silvri sebelum menuju Provinsi Canakkale di barat laut guna melarikan diri.

Dia berencana tinggal di Canakkale semalam dan melanjutkan perjalanan ke Provinsi Izmir di barat, sebelum pergi ke Provinsi Hatay di selatan Turki. Dari sana dia akan menyeberang melintasi perbatasan, lalu menuju Raqqa, Suriah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bom Sasar Kamp Pengungsi Suriah di Rakban, Turki Kerahkan Pesawat Tempur ke Kota Al-Bab
Tulisan selanjutnya Pelecehan seksual Vatikan Gereja Tunggu dan Lihat, Paus Fransiskus Belum Mau Beropini Soal Trump

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?