Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Milisi Libya Temukan Ribuan Migran Terdampar di Kota Sabratha

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Oktober 2017 08:59 8:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Oktober 2017 08:49
Bagikan
Para migran diangkut truk di Libya.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah kelompok militan di Libya menemukan migran dalam jumlah sangat banyak di Sabratha, setelah berhasil memukul keluar pasukan lawan dari kota pelabuhan itu. Pertempuran antar kelompok bersenjata itu kabarnya dipicu oleh janji Italia yang akan mendukung salah satu dari mereka.

Milisi itu, yang dikenal dengan nama Anti-ISIS Operation Room, berusaha keras mengambil alih kontrol atas Sabratha dari kelompok bersenjata Al-Ammu. Setelah pertempuran sengit selama sekitar dua pekan, hari Ahad (8/10/2017) kelompok itu meraih kemenangan, dan mendapati sekitar 4.000 migran yang tersebar di sejumlah lokasi di Sabratha terjebak dalam pertempuran.

Para penyelundup manusia sejak lama menggunakan Sabratha sebagai basis operasinya dan menjadi pelabuhan utama mereka mengapalkan ribuan migran yang ingin menuju Eropa dengan menyeberangi Laut Tengah (Mediterania).

Awal tahun ini, Italia dikabarkan memutuskan untuk membuat kesepakatan dengan kelompok Al-Ammu, menjanjikan mereka uang dan pasokan logistik jika berhasil menghentikan arus migran. Akibat kesepakatan itu, jumlah migran yang dikirim lewat laut menurun tajam.

Akan tetapi, dukungan Itallia kepada salah satu kelompok bersenjata itu –yang jumlahnya tak terhitung di Libya– menimbulkan kemaharahan di kalangan milisi lain dan mendorong mereka untuk menyerang kelompok Al-Ammu. Ratusan orang dikabarkan tewas dalam bentrokan bersenjata itu, lapor Deutsche Welle.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kemarin, perwakilan Anti-ISIS Operation Room mengatakan Al-Ammu “menyimpan” para migran itu untuk dideportasi kemudian.

Pada hari yang sama, aktivis Essam Karrar dari Sabratha Civil Society Federation mengatakan bahwa kelompok militan itu sebenarnya berusaha mendeportasi migran. Kota tersebut sekarang “sedang memulihkan lukanya” usai pertempuran.

“Kami orang-orang Sabratha hanyalah alat di tangan orang-orang Eropa,” ujarnya.

Libya terjerumus ke dalam kekacauan setelah digulingkan dan dibunuhnya Muammar Qadhafi. Kelompok-kelompok suku yang berhasil disatukan dan diredam pertikaiannya selama pemerintahan Qadhafi, mengangkat senjata dan saling bertempur satu sama lain. Tiga pemerintahan berbeda yang saat ini ada di Libya, masing-masing ingin keluar menjadi pemenang sebagai penguasa baru di negara yang sebelumnya termakmur di Afrika itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Demi Kepastian hukum, Seharusnya Tol Gratis Kalau Gerbang Otomatis Rusak
Tulisan selanjutnya Masika-ICMI Pertanyakan Alasan Luhut Mencabut Moratorioum Pulau Reklamasi Jakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?