Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Gambia Hapus “Islam” dalam Nama Negara

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Januari 2017 14:46 2:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Januari 2017 14:46
Bagikan
Presiden Gambia terpilih, Adama Barrow
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden yang baru Gambia Adama Barrow, akan meminta transparansi keuangan dari para menteri yang ia pilih, mereformasi badan intelijen dan menghapus “Islam” dalam nama negaranya.

Adama Barrow,  telah bersumpah untuk mereformasi badan intelijen negara yang terkenal dengan kekejamannya dan berjanji untuk menjamin kebebasan media di negara ini.

Mengemukakan pada konferensi pers pertamanya sejak memulai bekerja pada hari Kamis, Barrow mengumumkan rencana untuk mengubah nama Badan Intelijen Nasional (BIN), merupakan polisi rahasia yang disegani juga dituduh oleh organisasi hak asasi bertanggung jawab atas pengusiran paksa dan penyiksaan yang dikendalikan oleh mantan pemimpin Yahya Jammeh.

Tolak Neo-Kolonialisme, Gambia Keluar dari Persemakmuran Inggris

Barrow mengatakan kepada para wartawan pada hari Sabtu bahwa BIN adalah “sebuah institusi yang harus terus berjalan”, tetapi dengan nama yang berbeda.

“Peraturan hukum, akan menjadi sebuah hal yang sepantasnya,” ia mengatakan, menambahkan bahwa pelatihan akan diberikan kepada operasional BIN yang berlaku.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menghapus “Islam”

Barrow juga mengatakan bahwa nama resmi negara tidak akan lagi menggunakan kata “Islam”, yang ditambahkan oleh Jammeh pada 2015 lalu.

Di era Yahya Jammeh, nama negara itu telah ditetapkan sebagai Republik Islam Gambia (tahun 2015).

President baru mengatakan, Gambia yang populasinya terdiri dari 90 persen Muslim, dan lainnya Kristen serta animisme, adalah negara republik, “bukan republik Islam”.

Presiden Gambia Larang Warganya Poligami Selama Tiga Tahun

Jammeh, telah memerintah bangsa kecil Afrika Barat selama 22 tahun menyebabkan situasi politik kritis  yang tidak terselesaikan dengan cara menolak untuk menyerahkan kekuasaan setelah kalah dalam pemilihan presiden tanggal 1 Desember dengan Barrow.

Setelah berminggu-minggu adanya penekanan dari pemain regional dan ancaman penangkapan oleh pasukan Afrika Barat, Jammeh akhirnya mengakui kekalahan.

Dalam konferensi pers itu, Barrow juga mengatakan ia akan menjamin kebebasan pers di negeri ini dan mengatakan bahwa kabinet pilihannya harus melaporkan aset-aset mereka sebelum memulai bekerja.

Dia berjanji kabinetnya akan diberi nama awal minggu depan sehingga ia bisa memulai pelaksanaan, ia juga akan menerima informasi komprehensif pertama tentang keadaan keuangan negara pada hari Senin atau Selasa, menambahkan.

Bantuan Negara Asing

Sebelum Yahya Jammeh telah dituduh oleh seorang pegawai Barrow karena mengambil $ 11 juta dari kas negara sebelum berangkat ke pengasingan di Equatorial Guinea, dan para diplomat mengatakan keadaan keuangan negara itu sudah dalam situasi genting.

Pilihan pertama untuk kabinet Barrow, Wakil Presiden Fatoumata Jallow-Tambajang, telah menimbulkan kontroversi karena ia diduga terlalu tua untuk kapasitasnya, menurut aturan konstitusi saat ini.

Ditanya tentang reformasi Tentara Gambia, yang terkenal dengan citra negatifnya juga bertanggung jawab atas 4.000 tentara Afrika Barat untuk menjamin keselamatan Barrow dan penduduk, Presiden mengatakan ia berharap negara-negara asing untuk memberikan bantuannya.

“Dalam militer, jika kita membutuhkan bantuan teknis, kami akan menghubungi negara-negara yang bersedia membantu kami”, katanya dikutip Aljazeera, Senin (30/01/2017).

Tidak ada “waktu yang ditetapkan” bagi pasukan Afrika Barat untuk pergi, Barrow menambahkan.*/Ummu Qudsy

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adama BarrowBadan Intelijen NasionalGambiaintelijenNegara Republik GambiaPresiden Gambia terpilihtransparansi keuanganYahya Jammeh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Theresa May Konfirmasi Kunjungan Resmi Trump, Meskipun Banyak Warga Inggris Protes
Tulisan selanjutnya Kehadiran Kiai Ma’ruf dalam Sidang Memberi Energi, Pembela Ahok Dinilai Hanya Mainkan Opini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?