Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Moldova: Dana Bantuan Uni Eropa Banyak Dicuri Pejabat Pemerintah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 April 2017 07:04 7:04 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 April 2017 18:15
Bagikan
Presiden Moldova igor Dodon.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pejabat-pejabat Moldova yang pro-Barat mencuri ratusan juta dana bantuan dari Uni Eropa dalam beberapa tahun terakhir, kata presiden negara itu. Dia mendesak ikatan yang lebih dekat ke Rusia dan mengatakan bahwa lebih memusatkan perhatian pada negara-negara Barat adalah sebuah kesalahan besar.

Brussels –di mana markas besar Uni Eropa berada– harus memperketat kontrol terhadap aliran uangnya di Moldova, kata Presiden Igor Dodon dalam wawancara dengan harian Welt yang dipublikasikan hari Rabu (5/4/2017), lansir Deutsche Welle.

Menurut Dodon, UE memberikan dana lebih dari 782 juta euro ($835 juta) kepada negara bekas Uni Soviet itu antara tahun 2007 dan 2015.

“Sedikitnya setengah dari dana itu hilang melalui saluran-saluran yang tidak jelas. Anggota-anggota korup dari berbagai pemerintahan pro-UE di negeri ini mencurinya,” kata Dodon saat wawancara dengan koran terbitan Jerman itu. Dalam peran sebelumnya sebagai ketua partai oposisi, Dodon “berulang kali berupaya mengangkat isu itu dengan para perwakilan di Brussels, tetapi komisioner-komisioner Uni Eropa yang bertugas dalam masalah ini tidak peduli,” imbuhnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Moldova, sebuah negara berbahasa Rumania yang tidak memiliki garis pantai dan berpenduduk sekitar 3,5 juta jiwa, adalah salah satu negara paling miskin di kawasan Eropa Timur. Dodon yang kini berusia 42 tahun mulai menjabat presiden Desember tahun lalu, setelah memenangi pemilu dengan platform pro-Rusia.

Namun, pemerintah yang berpusat di ibukota Kishinev masih dikuasai oleh politisi-politisi pro-Barat (Uni Eropa). Kabinet tahun lalu meneken perjanjian dengan Uni Eropa.

Meskipun mendapat kucuran dana, ada kesepakatan politik dan liberalisasi visa yang diberikan oleh Brussels (UE) kepada negara Moldova, tetapi tingkat persetujuan publik terhadap UE melorot dari 70 persen menjadi 38 persen dalam kurun 10 tahun terakhir, ungkap Dodon.

“Hal ini terjadi sebab uang tersebut tidak sampai ke masyarakat. Rakyat kami melihat berbagai pejabat pemerintah yang pro-Barat terlibat skandal-skandal korupsi,” kata Dodon.

Lebih lanjut dia mengingatkan bahwa sebagian dana dari Uni Eropa itu adalah berasal dari uang pajak warga Jerman.

“Bagaimana perasaan rakyat Jerman, mereka tinggal di apartemen-apartemen sederhana, sementara uang pajak mereka mengalir ke politisi-politisi korup di Republik Moldova, yang kemudian menggunakannya untuk membeli kastil-kastil di Jerman?” tanyanya.

Mengomentari Association Agreement dengan Uni Eropa, Dodon mengatakan dia pribadi ingin agar dilakukan negosiasi ulang di mana Rusia ikut ambil bagian di dalamnya. Dia juga menyuarakan perihal Eurasian Economic Union (EEU), sebuah organisasi perdagangan bebas yang didominasi oleh Rusia.

“Secara pribadi, saya yakin kami akan lebih mendapatkan keuntungan dari hubungan erat dengan Eurasian Union. Moldova akan mendapatkan manfaat jangka panjang dengan memasuki EEU,” ujarnya.

Kishinev harus bekerja sama dengan Timur dan Barat, menurut Dodon.

“Kami selama ini memusatkan perhatian secara eksklusif kepada Barat dalam tujuh tahun terakhir. Itu adalah kesalahan besar,” kata Dodon. “Kami membutuhkan kemitraan strategis dengan Rusia.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama Betawi Minta Penyelenggara Pilkada Jujur dan Adil
Tulisan selanjutnya Menteri Kehakiman Jerman: Denda Selangit Cara Ampuh Atasi Ujaran Kebencian di Internet

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?