Hidayatullah.com—Polisi mengevakuasi orang-orang Suriah dari rumah-rumah mereka setelah seorang pria tewas dan ratusan warga setempat menyerang rumah serta tempat kerja para pengungsi Suriah di distrik Karapinar Provinsi Konya, Turki.
Ketegangan mencuat pada hari Senin (21/8/2017) pagi menyusul pertengkaran antara pemuda Turki Mehmet Ertunc (20) dan dua orang Suriah yang lebih tua bernama Mustafa El Muhammed dan Huseyin El Muhammed. Ertunc menuding kedua pria Suriah itu telah melecehkan saudara perempuannya. Pertengkaran itu semakin memanas setelah Ertunc pulang untuk mengambil senapan berburu miliknya. Dia kemudian kembali menyatroni kedua orang Suriah itu dan menembak mereka. Mustafa El Muhammed dikabarkan terbunuh, sementara Huseyin El Muhammed menderita luka.
Pada hari yang sama, Ertunc dan kedua orang lain yang diduga terlibat dalam pembunuhan itu ditangkap atas perintah pengadilan, lapor kantor berita Dogan seperti dilansir Hurriyet
Akan tetapi, api amarah rupanya sudah menjalar ke warga setempat. Ratusan orang yang berkumpul di media sosial menanggapi kasus dugaan pelecehan seksual oleh kedua orang Suriah tersebut. Mereka lantas berkumpul sekitar pukul 9 malam di sebuah lapangan di Karapinar dan melakukan aksi jalan kaki sambil menyanyikan lagu kebangsaan Turki. Kerumunan massa itu berhasil dibubarkan setelah polisi memberikan peringatan.
Saat bubar, sebagian dari mereka berbelok ke arah sebuah bangunan bekas puskesmas yang sekarang dijadikan tempat penampungan pengungsi Suriah di daerah Cetni.
Polisi mengerahkan personel tambahan untuk membubarkan massa yang marah itu dan menembaki mereka dengan semburan air.
Kepala daerah distrik Karapinar, Mustafa Karaca, ikut turun ke lapangan untuk membujuk warga Turki yang marah itu supaya mau membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing. Dia berjanji akan memindahkan para pengungsi Suriah ke luar dari daerah itu.
Sebagian massa beranjak pulang, setelah polisi mulai mengevakuasi para pengungsi Suriah yang ditempatkan di bangunan bekas puskesmas tersebut.
Namun, rupanya sebagian massa masih diliputi api amarah. Mereka bergerak menuju rumah-rumah dan tempat kerja para pengungsi Suriah di berbagai kawasan di distrik Karapinar. Gerombolan massa yang mengamuk memecahkan kaca-kaca jendela, dan bahkan ada yang mencoba membakar bangunan-bangunan yang ditempati pengungsi Suriah.
Tidak ada korban dalam serangan massa itu, sementara polisi terus bekerja mengevakuasi pengungsi Suriah ke tempat yang lebih aman.*