Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pilu Pengungsi Rohingya: Diburu di Dalam Negeri, Ditolak Negara Tetangga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2017 09:25 9:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Agustus 2017 09:22
Bagikan
Penjaga Perbatasan Bangladesh atau Border Guard Bangladesh (BGB)
Bagikan

Hidayatullah.com—Nasib pilu dialami etnis minoritas Muslim Rohingya, Myanmar. Warga paling tertindas di dunia ini lari ketakutan akibat tindakan kekerasan di negerinya,  sementara ditolak negara lain saat mencari perlindungan.

Senin (28/8/2017) kemarin, penjaga perbatasan Bangladesh menolak ribuan etnis Muslim Rohingya. Kondisi ini terjadi setelah meletusnya kekerasan terburuk di Myanmar sejak bulan Oktober lalu.

Sekitar 6.000 warga etnis Rohingya terabaikan di perbatasan Myanmar dan Bangladesh. Mereka ditolak masuk oleh penjaga perbatasan Bangladesh.

“Sekitar 6.000 warga Myanmar berkumpul di perbatasan dan mencoba masuk ke Bangladesh,” ujar seorang pejabat senior Penjaga Perbatasan Bangladesh atau Border Guard Bangladesh (BGB), seperti dikutip AFP, Selasa 29 Agustus 2017.

Baca: Laporan Baru Korban Kekerasan Etnis Muslim Rohingya

Kehadiran warga Muslim Rohingya dan masyarakat Budha dari Rakhine, Myanmar, dipicu oleh serangan terkoordinasi oleh gerilyawan Rohingya. Serangan diarahkan terhadap 30 pos polisi dan sebuah pangkalan militer pada Jumat 25 Agustus.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hingga saat ini dilaporkan sudah 104 jiwa tewas dalam serangan tersebut. Peristiwa tersebut merupakan yang terburuk pernah terjadi dalam lima tahun terakhir

Sebelumnya, Senin (28/08/2017),  penjaga perbatasan Bangladesh juga mencegah etnis Rohingya memasuki Bangladesh. Aparat keamanan  menahan dan mengusir sekitar 70 orang etnis Rohingya agar segera kembali ke Myanmar beberapa jam setelah  kelompok minoritas muslim yang ketakutan ini saat mencoba melarikan diri dari serangan dan kekerasan di perbatasan Rakhine.

Menurut polisi, mereka mencegat orang-orang etnis Muslim Rohingya yang mencoba melintasi zona perbatasan ‘garis nol’.

“Mereka ditahan di 4 km di wilayah Dhaka saat mencoba untuk sampai ke Kamp Pengungsi Kutupalong yang membuat ribuan pengungsi Rohingya berantakan. Semua ditahan sebelum dikirim kembali ke Myanmar oleh penjaga perbatasan,” kata kepala polisi setempat Abul Khaer.

Baca: Sejarah Ringkas Kekerasan terhadap Etnis Muslim Rohingya di Myanmar

Beberapa dari mereka bahkan ditangkap saaat memasuki Bangladesh melalui daerah perbatasan Ghumdhum.

“Tolong selamatkan kami, kami ingin tinggal di sini, kalau tidak kami akan terbunuh,” kata Amir Hossain, seorang warga Rakhine berusia 61 tahun.

“Mereka meminta kami untuk tidak dikembalikan kembali ke Myanmar,” kata seorang polisi yang menolak mengungkapkan identitasnya.

Sementara itu, Kepala Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB), Manzurul Hassan Khan, mengkonfirmasi militer Myanmar menembaki warga Rohingya yang kebanyakan adalah wanita dan anak-anak ketika mereka mencoba menyeberangi perbatasan.

“Tatmadaw melepaskan lebih dari 12 senjata api dan tembakan mortir ke mereka dari perbukitan di dekat ‘garis nol’ dan mereka tidak segera memberi tahu kami mengenai tindakan tersebut,” katanya.

Kekerasan terjadi saat gerilyawarn Rohingya menyerang 30 kantor polisi pada hari Jumat lalu yang kemudian berlanjut pada hari berikutnya. Lebih dari 100 orang, sebagian besar gerilyawan, dilaporkan terbunuh.

Rakhine, wilayah termiskin di Myanmar adalah rumah bagi lebih dari satu juta orang Rohingya. Mereka menghadapi pembatasan di negara mayoritas Buddha, di mana ketegangan telah terjadi selama bertahun-tahun.

Sekitar 100.000 etnis Rohingya berkumpul di perbatasan dan mencoba memasuki Bangladesh setelah pertempuran dimulai di negara bagian barat Myanmar.

Baca: Bunyi Tembakan Terdengar Saat Ribuan Etnis Rohingya Larikan dari Kekerasan di Myanmar

Hingga kini,  penanganan terhadap sekitar 1,1 juta Muslim Rohingya menjadi sebuah tantangan terbesar bagi Pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Myanmar,  Pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Myanmar yang ditunjukkan memimpin Pusat Pelaksanaan Komite Pembangunan Perdamaian, Stabilitas dan Rakhine.

Peraih Nobel Perdamaian itu dituduh oleh beberapa kritikus Barat tidak bersuara terhadap pembantaian terhadap etnis Muslim Rohingya. Selama ini kelompok yang menjadi kaum minoritas paling menderita oleh serangan brutal militer Myanmar.

Rohingya ditolak kewarganegaraannya oleh Myanmar dan dianggap pengungsi gelap pemerintah Bangladesh, meski telah mendiami daerah tempat tinggalnya selama berabad-abad.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Muhammadiyah: Menurunkan Konsumsi Rokok Tingkatkan Kesejahteraan
Tulisan selanjutnya HRW Miliki Data Pembakaran Pemukiman Muslim Rohingya oleh Militer Myanmar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?