Hidayatullah.com–Pihak berwenang Saudi kemarin mengumumkan semua persiapan untuk menerima lebih dari dua juta Muslim dari seluruh dunia untuk melakukan ibadah haji sepenuhnya dipersiapkan.
“Semua persiapan dirancang untuk menerima lebih dari dua juta jamaah, termasuk 1,73 juta dari luar negeri,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jenderal Mansour al-Turki dalam sebuah konferensi pers.
Salah satu hal yang ditekankan adalah aspek keamanan di Makkah dan daerah sekitarnya yang menjadi fokus selama musim haji.
Sementara itu, Mansour mengatakan sekitar 400.000 umat Islam di negara tersebut gagal memasuki Tanah Suci untuk melakukan ibadah haji karena mereka tidak memiliki izin.
“Kami telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengendalikan pergerakan umat Islam di beberapa lokasi yang akan menjadi fokus,” katanya dikutip AFP.
Bahkan, katanya ribuan kamera tertutup dipasang untuk membantu memantau pergerakan umat Islam sepanjang masa puncak ibadah haji.
Baca: Gubernur Makkah Serahkan Kiswah Baru pada Penjaga Ka’bah
Ahmad bin Rayan Barayan, pengawas umum hubungan masyarakat dan media di Otoritas Bulan Sabit Merah Saudi (SRCA), mengatakan, fasilitas kesehatan mencakup sebanyak 133 ambulan, 78 pakar medis dan 2.500 karyawan juga teknisi telah sedia.
Dia mengatakan, ada 25 tim yang ditugaskan untuk respon lanjutan yang akan mendukung tim ambulans lapangan, selain tim ambulan lainnya. Ada pula empat ambulan udara yang memiliki peralatan lengkap, sementara 500 relawan pria dan wanita bertugas di Masjid Agung dan Arafah.*