Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Diancam Massa, Politisi Kurdi Turki Terpaksa Memindahkan Makam Ibunya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 September 2017 20:26 8:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 September 2017 20:26
Bagikan
Aysel Tugluk (lingk), politisi Kurdi Turki memanggul peti mati ibunya.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang politisi Kurdi di Turki terpaksa menggali lagi dan memindahkan makam ibunya setelah segerombolan massa mengusik ketenangan proses pemakamannya di Ankara.

Aysel Tugluk, yang sedang menjalani persidangan sebagai terdakwa terorisme, mendapatkan dispensasi untuk menghadiri pemakaman ibunya, Hatun, yang wafat pekan ini.

Pemakaman Hatun sengaja dilakukan malam hari guna menghindari kemungkinan konfrontasi. Namun, ternyata sejumlah massa pengunjuk rasa muncul dan meneriakkan seruan-seruan bernada ancaman kepada keluarga Tugluk, lapor Euronews Kamis (14/9/2017).

Oleh karena diancam jasad ibunya akan dibongkar, keluarga Tugluk akhirnya membuka kembali makam tersebut dan memindahkan jenazah untuk dikuburkan di kampung halamannya di Provinsi Tunceli.

Situs berita Turki Sozcu melaporkan bahwa sekitar 40-50 orang mengganggu prosesi pemakaman Hatun. Mereka menolak ibu Aysel Tugluk dimakamkan di sana dengan alasan di pemakaman itu terdapat kuburan seorang syuhada, dan teroris tidak pantas bersanding kuburnya dengan syuhada. Mereka juga beralasan kompleks makam itu bukan untuk orang-orang Armenia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Aysel Tugluk adalah seorang politisi terkemuka anggota parlemen dari partai oposisi HDP, satu-satunya organisasi politik minoritas Kurdi yang dinyatakan legal oleh pemerintah Ankara. Dia kerap dituduh memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), organisasi orang Kurdi di Turki yang dicap terlarang dan teroris oleh pemerintah Turki dan Uni Eropa. Terakhir politisi wanita itu ditangkap pada Desember 2016 dengan sejumlah tuduhan pidana, termasuk menyebarkan propaganda teroris.

Wakil Perdana Menteri Bekir Bozdag, yang merangkap jubir pemerintahan Erdogan, mengecam serangan massa itu.

“Penyelidikan hukum sedang dilakukan atas individu-individu yang terlibat dalam kejadian buruk ini. Mereka akan dituntut atas perbuatannya,” kata Bozdag.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korupsi, Bekas Bos PetroVietnam Terancam Hukuman Mati
Tulisan selanjutnya Hipokrit, Tokoh Partai Anti-Migran Jerman AfD Mempekerjakan Pencari Suaka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

senjata israel
Berita

Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Berita
21 Juli 2026 06:30
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?