Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Tajik Melawan Janggut, Membatasi Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 September 2017 16:10 4:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 September 2017 12:58
Bagikan
Berjenggot bisa menjadi masalah serius di Tajikistan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemuda Tajikistan itu tidak ingin meninggalkan rumah, meskipun ibunya sudah memastikan kalau dia terlihat baik-baik saja.

Sehari sebelumnya dia memiliki janggut (jenggot) hitam bergelombang, seperti teman-temannya di masjid. Tetapi polisi telah memaksanya berjalan jongkok dengan tangan dibelakang dan pemuda berjanggut lainnya menuju tempat potong rambut, di mana janggut-janggut mereka dipaksa dicukur.

Beberapa orang yang melihat kejadian itu tertawa, tetapi, ketika tidak terlihat oleh polisi, banyak yang mengeluh.

Kejadian seperti itu telah menjadi semakin umum di Tajikistan, sebuah negara yang hampir seluruhnya daratan, yang berada berbatasan dengan Afghanistan dan China.

Pada tahun 2015 salah satu dari empat pemerintahan wilayah negara itu dilaporkan secara paksa mencukur janggut 13.000 pria, tulis laman economist.com.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Muncul orang-orang yang menjual sertifikat, lengkap dengan foto dan stempel yang terlihat resmi, memperbolehkan pemegangnnya menumbuhkan janggut.

Awalnya pemerintah Tajik menuduh perang melawan janggut itu merupakan tindakan kepolisian setempat, tetapi saat ini mengakui bahwa pihaknya menganjurkan hal itu untuk membatasi ekstrimisme agama.

Baca: Alasan Radikalisasi, Tajikistan Larang Jenggot

Mencukur janggut hanyalah satu alat pemerintah yang digunakan untuk menekan Islam, meskipun kurang lebih seluruh populasinya pada nominalnya merupakan Muslim.

Pada 2015 pemerintah menutup lebih dari 160 toko kerudung dan hijab. Tahun lalu melarang nama-nama yang berbau Arab. Sedangkan pada awal tahun ini, pemerintah Taji melarang produksi, impor atau eksport buku-buku agama tanpa izin.

Mendapatkan izin untuk mendirikan organisasi agama, menerbitkan buku Islam atau pergi berhaji ke Makkah merupakan sebuah proses yang sulit.

Pada tahun 2010 Tajikistan memiliki 19 madrasah terdaftar dan ratusan yang tidak terdaftar. Madrasah terakhir ditutup pada 2016. Siapapun yang mengajarkan agama secara tidak resmi dapat dijatuhi hukuman penjara hingga 12 tahun.

Bahkan belajar di sekolah-sekolah agama di luar negara itu dilarang. Hampir 3.000 pemuda yang berada di sekolah-sekolah agama di Afghanistan, Pakistan, Mesir dan negara lain telah dipaksa pulang.

Terdapat sekitar 3.700 masjid di negara itu. Mereka diatur secara ketat oleh pemerintah, bahkan sampai isi dari khutbah Jumat.

Menggunakan pengeras suara untuk menyiarkan adzan tidak lagi diperbolehkan. Anak-anak berumur di bawah 18 tahun dan wanita tidak diperbolehkan pergi ke masjid. Sedangkan pria/wanita berumur di bawah 40 tahun tidak diperbolehkan berhaji.

Tajikistan merupakan negara diantara bekas republik Soviet Asia Tengah yang awalnya mengizinkan sebuah partai oposisi Islam, Partai Pembangunan Islam Tajikistan (IRPT) – hasil dari kesepakatan damai yang mengakhiri perang sipil pada 1997.

Baca: Dengan Stigma Radikal, Pemerintah Tajik Larang Pemuda Muslim Naik Haji

Tetapi Emomali Rahmon, pemimpin negara itu sejak 1992, berada di pihak yang berlawanan dalam konflik itu dan secara bertahap mengingkari kesepakatan tersebut.

Pada 2015 dia melarang IRPT; sejak itu, kampanyenya melawan orang-orang Islam makin intensif.

Penindasan itu, yang tak terelakkan lagi, telah membantu meradikalisasi umat Muslim yang taat. Lebih dari 2.000 orang Tajik dituduh bergabung dengan ISIS. Mantan komandan dari sebuah pasukan elit polisi, Gulmurod Khalimov, merupakan rekrutan paling terkenal mereka.

Dalam sebuah video YouTube dia mengancam akan kembali ke Tajikistan mendirikan hukum Islam. Pada awal bulan ini Rusia mengklaim bahwa Gulmurod telah terbunuh dalam sebuah serangan udara di Suriah.

Perkiraan tidak resmi menunjukkan pengangguran di Tajik mencapai 15%. Dalam mencari pekerjaan, banyak pemuda yang pergi ke luar negeri, di mana beberapa menjadi teradikalisasi. Tetapi Rahmon terlihat lebih khawatir mengenai janggut daripada pekerjaannya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti IslamIRPTislamjanggutjenggotmelarang adzanMuslimMuslim TajikistanPartai Pembangunan Islam TajikistanPemerintah TajikradikalismeSovietTajikistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mufti Perlis Sesalkan Pengusaha Binatu yang Hanya Terima Pelanggan Muslim
Tulisan selanjutnya Erdogan Tuduh Pasukan Keamanan Myanmar Lancarkan “Teror Buddhis” terhadap Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?