Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rekonsiliasi Palestina Dianggap Bergerak Maju, Turki Ajak Berhati-hati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Oktober 2017 16:13 4:13 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Oktober 2017 16:13
Bagikan
Pemilu Internal Hamas
Hamas-Fatah
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Persatuan Palestina bertemu di Gaza untuk pertama kalinya sejak 2014 pada hari Selasa sebagai langkah untuk menuju rekonsiliasi antara Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat dan yang dipimpin Fatah, dan jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Demikian laporan Arab News, Kamis (05/10/2017).

Pertemuan tersebut digelar untuk membahas peralihan pemerintahan Gaza ke pihak Otoritas Palestina (PA) yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas.

Abbas telah berjanji untuk menghentikan tindakan hukuman terhadap Gaza, termasuk pemadaman bergilir yang menyebabkan krisis listrik di wilayah itu.

Perundingan-perundingan untuk mencapai kata sepakat dimulai setelah adanya pengumuman Hamas bulan lalu bahwa pihaknya bersedia mengizinkan Otoritas Palestina mengambil alih kekuasaan atas Gaza, sebuah langkah yang diharapkan Hamas bisa membebaskan blokade ekonomi yang diterapkan Israel dan Mesir atas jalur tersebut. Mesir dinilai telah memainkan peran penting dalam negosiasi-negosiasi itu.

Baca: Hamas Segera akan Berunding dengan Fatah

Namun bagaimanapun juga, persoalan-persoalan rumit tetap ada: Bagaimana menghadapi sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam; kontrol atas perbatasan; nasib puluhan ribu pegawai pelayanan publik yang dipekerjakan oleh Hamas; dan tanggal pemilihan pemerintahan kota, parlemen dan presiden.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hani El-Masri, seorang analis Palestina dari Ramallah, mengatakan kepada Arab News bahwa untuk mencapai rekonsiliasi penuh akan memerlukan waktu.

“Ini akan menjadi kisah yang panjang, dimulai dengan mencapai kesamaan berdasarkan partisipasi politik dan diakhiri dengan kesepakatan bagaimana membangun kembali PLO secara inklusif,” katanya.

Selain divisi-divisi internal yang harus diatasi, ada kekhawatiran bahwa kekuatan luar bisa menyabotase negosiasi-negosiasi.

Baca: Perdana Menteri Otoritas Palestina Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Gaza

Khaled Abu Arafeh, mantan menteri urusan Yerusalem di pemerintahan Haniyeh, mengatakan kepada Arab News bahwa banyak pihak – termasuk Amerika Serikat dan Israel – tidak menginginkan persatuan antara Hamas dan Otoritas Palestina.

“Kita harus sangat waspada karena banyak pihak yang berharap rekonsiliasi mengalami kegagalan,” katanya. “Kami membutuhkan prakarsa rakyat Palestina yang akan menciptakan gelombang dukungan masyarakat untuk memastikan bahwa tidak ada yang berani kembali memecahbelah rakyat Palestina.”

Sementara AS telah mendukung upaya persatuan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah meminta pemerintah persatuan baru itu untuk mengakui negara Israel sebagai negara Yahudi.

Ketika mengunjungi pemukiman Ma’ale Adumim, Netanyahu mengatakan: “Kami mengharapkan ada pihak yang membicarakan proses perdamaian untuk mengakui Israel dan, tentu saja, mengakui sebuah negara Yahudi, dan kami tidak akan menerima rekonsiliasi palsu di mana pihak Palestina tidak mengakui keberadaan kami.”

Mahmoud Abbas yang sebelum ini banyak disetir AS dan Israel telah berulang kali menolak tuntutan penjajah untuk mengakui Israel sebagai Negara Yahudi, dan telah meminta Israel untuk mengganti namanya di PBB.

Sementara pengamat Palestina Ibrahim Habib dikutip The Palestinian Information Centre (PIC), menyatakan, Israel punya kepentingan dalam rekonsiliasi. Selain itu, melihat rekonsiliasi ini harus ada pemisahan antara ambisi Israel yang dilontarkan media dan sikap-sikap riilnya di lapangan.

Baca: Turki Memperingatkan Adanya Konspirasi Berbahaya terhadap Palestina

Israel yang sebelumnya menolak rekonsiliasi secara tajam, dan menolak Hamas mendapat poris bersama Otoritas Palestina dalam pemerintahan. Namun realitanya di lapangan tampak berbeda.

Rekonsiliasi ini  memberikan indikator peluang kepada Israel untuk menekan Palestina, terutama Hamas agar melucuti senjata perlawanannya dan menggulirkan kembali persoalan tawanan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu telah memperingatkan konspirasi berbahaya sedang direncakan terhadap kasus Palestina, menambahkan bahwa negara-negara di wilayah itu sedang berupaya mengubah Otoritas Palestina (PA) dan menempatkan boneka-bonekanya, kutip Anadolu Agency.*/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bonekaFatahgazaHAMASisraelkonspirasiListrik GazaMahmoud AbbasMesirMevlut CavusogluOtoritas PalestinapalestinaPemilu Palestinapenjajah IsraelrekonsiliasiTurkiZionis-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya OKI Mengecam Serangan di Dekat Istana Kerajaan Saudi di Jeddah
Tulisan selanjutnya Kekejaman Terburuk Rusia dan Rezim Suriah Setelah Aleppo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?