Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prof Tariq Ramadan Hadapi Fitnah Berat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2017 08:12 8:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Oktober 2017 08:05
Bagikan
Prof Dr Tariq Ramadan
Bagikan

Hidayatullah.com— Cendekiawan Muslim Prof Dr Tariq Ramadan membantah tuduhan pemerkosaan dan kekerasan seksual oleh seorang aktivis feminisme terhadapnya di Prancis hari Selasa.

Portal Middle East Eye (MEE) mengutip laporan Le Parisien yang mengatakan Tariq telah menunjuk Yassine Bouzrou, seorang pengacara senior asal Paris, untuk mengajukan keluhan resmi ke badan penegak hukum negara tersebut.

Profesor Tariq Ramadan menolak tuduhan dan mengatakan dirinya akan mengambil tindakan hukum atas tuduhan penghinaan dan fitnah serius ini.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan, Bouzrou mengatakan, “sebuah keluhan yang telah melakukan tuduhan palsu tersebut akan diserahkan ke pihak berwenang di Rouen hari Senin ini.”

Pengaduan pemerkosaan dan kekerasan seksual diajukan seorang aktivis perempuan bernama Henda Ayari.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tariq Ramadan telah banyak menulis topik tentang Muslim Eropa, yang seringkali mendorong umat Islam di Barat untuk bangga dengan identitas mereka sebagai orang Eropa dan Muslim, dan mempraktikkan budaya nasional masing-masing tanpa syarat, kecuali beberapa aspek yang jelas bertentangan dengan ajarannya. Islam.

Baca: Dua Menteri Prancis Memboikot Dialog dengan Tariq Ramadan

Profesor Tariq Ramadan adalah cucu Hassan al-Banna, pendiri Ikhwanul Muslimin, sebuah gerakan politik paling dicemaskan beberapa penguasa Negara Arab.

Menurut sebuah dokumen yang dilihat oleh AFP, keluhan yang diajukan di kantor kejaksaan Kota Rouen di Prancis barat laut, oleh aktivis sekuler merinci perilaku pemerkosaan, kekerasan seksual, kekerasan, pelecehan dan intimidasi ditujukan pada penulis buku ‘The Western Muslim and Future of Islam’ ini .

Henda Ayari, seorang penulis Prancis, mengajukan tuduhan hari Jumat, 20 Oktober 2017.

Asosiasi Pembebasan, di mana Ayari memegang jabatan sebagai presiden, mengatakan di laman Facebook,  aktivis tersebut “menjadi korban dari sesuatu yang sangat serius beberapa tahun yang lalu” namun tidak mengungkapkan nama penyerangnya untuk alasan keamanan.

Ayari (40), baru-baru ini menulis sebuah buku dengan judul  I Chose to be Free (Saya memilih untuk bebas), berkisah tentang pelariannya dari Salafi di Prancis. Dalam buku  yang diterbitkan bulan November 2016, dia memberi sempat menulis nama Zubair kepada penyerangnya.

Dalam memoarnya, Ayari mengatakan mereka bertemu di hotel Zubair di Prancis tahun 2012 setelah pria tersebut menyelesaikan pembicaraannya.

Dalam tulisannya Ayari mengatakan bahwa dia bertemu dengan pria di sebuah hotel di Paris setelah pemikir Islam memberi ceramah.

Dia menambahkan bahwa ketika dia mencoba untuk memberontak, Zubair mempermalukannya, memfitnah kata-kata kasar, menampar mereka dan melakukan kekerasan.

“Saya pastikan hari ini bahwa Zubair adalah Tariq Ramadan,” tulis Ayari mengumumkan di Facebook.

Henda Ayari (40), yang mengklaim pernah di Salafi dan kini memilih jalan sekuler: Kini rajin diundang media dan televisi [Arab News]
Dia adalah penulis beberapa buku termasuk ‘Islam dan Kebangkitan Arab’  dan ‘Apa itu Individu Asing/Muslim Hari Ini’.

Baca: Salahkan Otak, Aktivis Perempuan Bela Rok Mini

Pengacaranya, Jonas Haddad, mengatakan bahwa dia belum melaporkan serangan sebelumnya karena takut.

Ayari lahir dari seorang ibu Tunisia dan seorang ayah Aljazair, yang mengalami pengalaman kekerasan dalam rumah tangga. Ia mengkkaim aktif di  Salafi selama 21 tahun dari usia 18, sampai akhirnya dia memutuskan keluar dan ingin bebas  sekitar setahun yang lalu, pada usia tiga puluh sembilan, yang kemudian menceritakan pengalamannya dalam bukunya.

Dia merasa bebas melepas jilbab  dan memiliki sekuler setelah aksi serangan di Paris tahun 2015. Ayari kemudian mendapat tempat di banyak media Prancis dan diundang di beberapa saluran televisi untuk wawancara membicarakan bukunya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aktifis perempuanaktivis feminismefitnahHassan al-BannaHenda AyariIkhwanul MusliminIslam di Baratkekerasan seksMuslim EropapemerkosaanSalafiTariq Ramadantuduhan palsu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Selain Sembako untuk Rohingya, DPU DT akan Bangunkan Masjid
Tulisan selanjutnya Perppu Ormas, MUI Ingatkan Negara Jamin Kebebasan Berpendapat dan Berserikat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?