Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Arab Saudi Umumkan Proyek Mega City NEOM Senilai $ 500 Miliar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Oktober 2017 07:32 7:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Oktober 2017 07:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebagaimana dilaporkan Arab News dan Saudi Gazette, Arab Saudi pada hari Selasa (24/10/2017) mengumumkan rencana untuk membangun mega city senilai $ 500 miliar di pantai Laut Merah, sebagai bagian dari tekad nasional yang besar untuk mendiversifikasi ekonominya.

Zona seluas 26.500 kilometer persegi, yang dinamai NEOM, akan fokus pada industri yang meliputi energi dan air, bioteknologi, pangan, manufaktur, hiburan dan robotik yang canggih, jelas Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman.

“Fokus pada sektor-sektor ini akan merangsang pertumbuhan ekonomi dan diversifikasi dengan mengangkat inovasi dan manufaktur internasional, guna mendorong industri lokal, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan PDB di Arab Saudi,” kata Pangeran Mohammad, yang juga Ketua Dana Investasi Publik (General Investment Fund/PIF).

Baca: Pangeran Salman Ingin Ada Perubahan di Arab Saudi

“NEOM akan menarik investasi swasta maupun investasi publik dan kemitraan. Zona tersebut akan didukung oleh lebih dari $ 500 miliar selama tahun-tahun mendatang oleh Kerajaan Arab Saudi, PIF Arab Saudi, investor dalam negeri maupun internasional,” tambahnya.

Kota bisnis dan industri yang akan berlokasi di wilayah barat laut Arab Saudi dengan pemandangan pantai sepanjang 468 km itu merupakan zona pertama di dunia yang menjangkau tiga negara, membentang di perbatasan dengan Yordania dan Mesir.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Zona yang digambarkan sebagai “Tempat Tujuan ke Masa Depan”  tersebut menghubungkan Asia, Eropa dan Afrika dan bisa dijangkau 70 persen penduduk dunia dalam waktu 8  jam.

Baca: Kenaikan Mohammad bin Salman: Kemajuan atau Kemunduran

Berdekatan dengan Laut Merah dan Teluk Aqaba, dan di dekat jalur perdagangan maritim yang menggunakan Terusan Suez,  NEOM memberikan fasilitas untuk perkembangan yang cepat sebagai pusat aktivitas global yang memiliki potensi yang mengantarkannya menjadi terbaik di Jazirah Arab, Asia, Afrika, Eropa dan Amerika.

Kota futuristik yang para penghuninya akan dilayani oleh robot itu bertujuan untuk menawarkan kepada para penghuninya “sebuah gaya hidup yang sangat indah yang dipasangkan dengan peluang ekonomi yang sangat baik yang melampaui kota metropolitan lainnya. Ini akan menarik warga Arab Saudi dan ekspatriat, juga masyarakat internasional lainnya,” kata PIF dalam sebuah pernyataan.

NEOM adalah proyek terakhir dalam rencana ambisius untuk mempersiapkan Arab Saudi memasuki era pasca-minyak, yang mengikuti rencana penjualan saham di perusahaan raksasa minyak Saudi Aramco, penciptaan dana kemakmuran independen terbesar di dunia dan pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan.

“NEOM akan dibangun dari bawah tanah, di atas lahan yang belum pernah dikembangkan, yang membuatnya menjadi hunian unik yang berbeda dari semua tempat lain yang telah dikembangkan dan dibangun selama ratusan tahun,” katanya.

Baca: Kota NEOM akan Dipenuhi Teknologi Robotik dan Hiburan

PIF mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tahap pertama kota itu akan selesai pada tahun 2025. “(NEOM) berusaha untuk memanfaatkan peluang ekonomi besar masa depan dengan berinvestasi di dalamnya dengan percaya diri dan semangat,” kata badan investasi tersebut.

“NEOM memberikan kesempatan utama untuk meminimalkan kebocoran PDB –  yang terjadi karena membiarkan mereka yang biasanya berinvestasi di luar negeri -,  memberi mereka pilihan untuk berinvestasi di dalam negeri, sehingga meminimalkan perpindahan PDB – yang terjadi karena peluang investasi nasional yang terbatas -,” kata PIF dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Saudi juga telah membentuk otoritas khusus untuk mengawasi NEOM.

Sementara itu, Wes Schwalje,  Chief Operating Officer dari pusat riset dan strategi yang berbasis di Dubai, Tahseen Consulting, mengatakan: “NEOM membawa tingkat gangguan yang sama terhadap perencanaan kota dan pembangunan ekonomi seperti yang telah dibawa Uber ke sektor teknologi. Investasi sangat dipengaruhi oleh stabilitas, keterbukaan, dan kualitas kelembagaan.”

“Dengan pengumuman NEOM ini, PIF dan Arab Saudi mengkomunikasikan kepada dunia bahwa negara tersebut terbuka untuk bisnis,” tambahnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudihiburankota masa depanKota NEOMLaut Merahmega cityMesirPutra MahkotarobotTerusan SuezVisi 2030Visi Saudi 2030 Pangeran Muhammad bin Salmanyordania
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iran Vonis Mati Pemukim Swedia Terdakwa Mata-Mata Israel
Tulisan selanjutnya Setelah Ditekan PBB, Qatar untuk Pertama Kalinya Tetapkan Upah Minimum Buruh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?