Hidayatullah.com—Argentina mencopot kepala pimpinan angkatan laut menyusul kasus hilangnya sebuah kapal selam beserta krunya di Atlantik Selatan bulan lalu.
Menteri Pertahanan mengganti Laksamana Marcelo Srur, yang dipensiunkan hari Jumat malam (15/12/2017), lapor BBC. Srur, 60, diangkat oleh Presiden Macri untuk memimpin AL Argentina pada Januari 2016.
Kapal selam ARA San juan hilang bersama 44 krunya setelah melaporkan gangguan kelistrikan di lepas pantai Patagonia.
¶ Ada yang Melihat ke Mana Perginya Kapal Selam Argentina?
Operasi pencarian yang melibatkan sejumlah negara itu sampai saat ini tidak dapat menemukan lokasi kapal selam tersebut.
Keluarga para kru yang hilang mendesak pemerintah agar terus mencari kapal selam itu, menyusul pengumuman diakhirinya operasi penyelamatan dua pekan lalu.
Sejumlah kapal masih dikerahkan untuk melakukan pencarian di area di mana suara keras terekam pada jam-jam terakhir sebelum kapal selam itu menghilang, yang menjadi petunjuk bahwa kemungkinan kapal bawah air itu meledak.
Presiden Argentina Mauricio Macri membentuk sebuah komisi independen khusus untuk menyelidiki kasus menghilangnya kapal selam itu, setelah dihujani kritik terkait cara penanganan serta operasi penyelamatan dan pencarian kapal selam itu.
Komisi tersebut terdiri dari tiga pelaut kapal selam, salah satunya adalah ayah dari seorang kru yang hilang.
Menteri Pertahanan Oscar Arguad menjanjikan investigasi akan dilakukan secara transparan dan anggaran yang disediakan tidak terbatas.*