Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ada yang Melihat ke Mana Perginya Kapal Selam Argentina?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 November 2017 21:06 9:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 November 2017 21:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tidak ada orang yang mendengar kabar dari sebuah kapal selam Argentina sedikitnya dua hari terakhir. Sementara pihak berwenang bersikukuh mengatakan kapal selam itu tidak hilang, tetapi Angkatan Laut Argentina mulai meningkatkan upaya pencarian.

Angkatan Laut Argentina hari Jumat (17/11/2017) mengumumkan kehilangan kontak dengan salah satu kapal selamnya yang berawak 44 personel.

Meskipun kapal selam ARA San Juan sudah kehilangan kontak selama dua hari, pihak angkatan laut awalnya tidak menganggap kapal selam buatan Jerman itu tidak hilang. “Tidak, tidak hilang. Sebab jika hilang, kita harus mencarinya dan tidak menemukannya,” kata seorang wakil dari angkatan laur kepada lembaga penyiaran setempat.

Namun, setelah operasi pencarian awal di lokasi di mana kapal selam itu terakhir diketahui, sekitar 430 kilometer arah tenggara dari Semenanjung Veldez, tidak membuahkan hasil, Argentina mengatakan meningkatkan upaya pencarian dan meminta bantuan negara-negara sekutunya.

“Kami tidak dapat menemukannya, tidak ada penampakan atau komunikasi radar dengan kapal selam itu,” kata jubir AL Argentina Enrique Balbi kepada para reporter dalam konferensi pers seperti dilansir Deutsche Welle (18/11/2017). “Saya tidak ingin mendramatisir masalah ini. Kami tidak ada komunikasi dan tidak mengetahui apa yang terjadi,” kata Balbi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Insiden itu sekarang secara resmi sudah dinaikkan menjadi operasi “pencarian dan penyelamatan,” imbuhnya.

Paus Fransiskus hari Sabtu (18/11/2017) mengumumkan bahwa dia mendedikasikan “doa khusyuk” untuk 44 kru kapal selam tersebut, dan menyampaikan simpatinya kepada keluarga mereka.

Balbi menjelaskan kapal selam itu terakhir diketahui melakukan panggilan ke markas di Chabut, pantai selatan Argentina. Dugaan sementara kapal selam tersebut mengalami masalah kelistrikan, itu kenapa tidak ada komunikasi lagi.

Sejumlah negara menawarkan bantuan untuk mencari kapal selam yang hilang itu. Argentina sudah menerima tawaran yang diajukan Amerika Serikat untuk menggunakan sebuah pesawat eksplorer NASA P-3, yang ditempatkan di Ushuaia dan siap terbang dari Benua Antartika. Brazil, Uruguay, Cile, Peru, Inggris, Afrika Selatan juga telah menawarkan bantuan.

ARA San Juan sedang dalam perjalanan pulang kembali ke pangkalannya di Mar del Plata, Buenos Aires, ketika dinyatakan hilang. Kapal selam itu baru saja menuntaskan misi rutinnya di Ushuaia, kota tepi pantai yang terletak di pesisir paling ujung selatan Amerika Latin.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan: Polisi Jerman Bertato Nazi Boleh Dipecat
Tulisan selanjutnya Kopassus Bebaskan Sandera dari TPN-OPM, Ketua Komisi I: Alhamdulillah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?