Hidayatullah.com–Ikhwanul Muslimin menolak konferensi Sochi yang disponsori oleh Rusia yang dijadwalkan pada akhir Januari 2018 nanti.
Dilansir dari Middle Eye Monitor pada Jumat (29/12/2017), dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kelompok tersebut mengatakan bahwa konferensi tersebut merupakan upaya untuk mengkonsolidasikan pendudukan Rusia dan mengabaikan solusi politik yang ditetapkan dalam resolusi Jenewa, yang dimulai dengan pembentukan otoritas transisi penuh yang tidak termasuk Bashar Al- Assad dan rezimnya.
Mereka juga mengulangi kepatuhannya terhadap prinsip-prinsip revolusi Suriah untuk menggulingkan Al-Assad dan rezimnya dan membangun kembali negara tersebut sebagai sebuah negara keadilan, kebebasan, persamaan dan martabat manusia.
Baca: Ikhwanul Muslimin Dinilai Paling Siap jika Suriah Jatuh
Ini juga meminta semua kekuatan revolusioner dan tokoh nasional Suriah untuk memboikot konferensi Sochi. Badan perunding oposisi Suriah mengatakan ada penolakan luas terhadap konferensi di antara kelompok oposisi.
Rusia, Turki dan Iran, penjamin gencatan senjata di Suriah sepakat pada akhir pertemuan Astana 8 pekan lalu untuk mengadakan konferensi dialog nasional Suriah di resor Sochi Rusia pada tanggal 29-30 Januari 2018 mendatang.*/Sirajuddin Muslim