Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Trump Cabut Izin Tinggal 200.000 Orang El Salvador di AS

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Januari 2018 06:07 6:07 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Januari 2018 06:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintahan Presiden Donald Trump memutuskan untuk mencabut izin tinggal bagi hampir 200.000 orang asal El Salvador untuk bermukim dan bekerja di Amerika Serikat.

Mereka diberikan Temporary Protected Status (TPS) setelah gempa bumi mengguncang negara Amerika Tengah itu pada tahun 2001.

Orang-orang Salvador itu sekarang punya waktu sampai 2019 untuk meninggalkan wilayah AS atau dideportasi, kecuali mereka mendapatkan jalan agar bisa tetap tinggal di AS secara legal, lapor BBC.

Status perlindungan sementara bagi orang-orang Salvador itu dinyatakan habis hari Senin (8/1/2018), setelah hampir dua dekade status itu diberikan atas dasar kemanusiaan menyusul gempa di Amerika Tengah yang merenggut nyawa lebih dari 1.000 orang.

Mereka diberikan tenggat sampai 9 September 2019 agar peralihan keadaan itu berlangsung mulus. Kondisi awal atau alasan yang menyebabkan mereka diperbolehkan tinggal sementara di Amerika Serikat sekarang ini sudah tidak lagi ada, kata Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dalam pengumumannya hari Senin.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Orang-orang Salvador pemegang status TPS kebanyakan tinggal di California, Texas dan sekitar ibukota AS, Washington DC.

Menurut Center for Migration Studies, mereka mencakup 135.000 keluarga yang tersebar di berbagai wilayah AS. Seperempat dari mereka memiliki rumah sendiri di AS. Sebanyak 88% dari orang-orang itu memiliki pekerjaan, 10% berwiraswasta dan 10% menikah dengan warganegara AS.

Program TPS dibuat oleh pemerintah AS pada tahun 1990. Status itu memperbolehkan imigran dari sejumlah negara untuk tinggal dan bekerja di AS secara legal, tidak peduli apakah mereka datang atau masuk ke wilayah AS secara legal atau ilegal. TPS hanya diberikan kepada orang yang berasal dari negara-negara yang mengalami konflik bersenjata, bencana alam atau wabah.

Data Federal Register Vol 81-82 menunjukkan bahwa negara asal pemegang status TPS terbanyak adalah El Salvador (195.000 orang), Honduras (86.000), Haiti (46.000), Nepal (8.950), Suriah (5.800). Lainnya berasal dari Nikaragua (5.300), Sudan (1.040), Yaman (1.000), Somalia (250), Sudan Selatan (70).

Sebelum ini pemerintahan Trump sudah mencabut status TPS dari puluhan ribu orang Haiti dan Nikaragua. Mereka juga diberi batas waktu sampai 2019 untuk segera pergi dari AS atau akan dideportasi ke negara asalnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terkait Arya Wedakarna, Anggota BK DPD Diperiksa sekitar 5 Jam
Tulisan selanjutnya Kantor Imigrasi Ghana Tolak Capeg Pengguna Krim Pemutih dan Punya Stretch Marks

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?