Hidayatullah.com—Amerika Serikat hari Ahad (20/3/2016) mengumumkan akan mengirimkan lebih banyak pasukannya ke Iraq, setelah seorang marinirnya tewas terkena serangan roket ISIS, dan berencana akan merebut kota Mosul dari kelompok bersenjata itu.
Pasukan dari 26th Marine Expeditionary Unit akan ditambahkan ke pasukan Amerika yang sudah ditempatkan di Iraq guna memerangi ISIL atau ISIS, kata Pentagon seperti dilansir Aljazeera.
Tidak jelas berapa banyak personel militer tambahan yang akan dikirim. Namun, pasukan itu dikerahkan untuk memperkuat pertahanan pangkalan pasukan koalisi di dekat Makhmur yang berhadapan dengan pasukan ISIS di utara Iraq.
Serangan roket yang menewaskan seorang marinir AS itu terjadi di daerah otonomi Kurdistan, di mana pemerintah Baghdad belum lama ini menerjunkan pasukannya di sana untuk merebut kota Mosul dari ISIS.
“Beberapa marinir lainnya terluka dan mereka sedang dirawat karena luka-lukanya yang beragam itu,” kata Pentagon dalam pernyataannya.
Wartawan Aljazeera Kristen Saloomey yang melaporkan dari Washington DC. mengatakan bahwa pengerahan pasukan tambahan itu adalah respon langsung atas keamatian seorang marinir AS tersebut.
“Sekarang ini kami diberitahu oleh sumber-sumber di Pentagon bahwa pengerahan pasukan ini dipercepat guna merespon serangan itu, dan bahwa unit ini akan mengamankan pasukan yang ada di daerah tersebut,” kata Saloomey.
“Pangkalan [dekat Makhmur] ini juga dianggap sangat penting dalam beberapa bulan ke depan, karena tempat itu diharapkan menjadi basis operasi darat yang kemungkinan akan dilakukan untuk merebut Mosul,” imbuh Saloomey.
Menurut Micheal Pregent, seorang analis Timur Tengah dan mantan staf dinas intelijen AS, perlindungan bagi pasukan yang akan melancarkan serangan terhadap ISIS itu sangat penting.*