Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Politisi Inggris Menyesal Bilang Hubungan Seks Gay Bukan Dosa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Januari 2018 19:42 7:42 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Januari 2018 19:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bekas pemimpin Partai Liberal Demokrat Inggris, Tim Farron, mengaku telah menyesatkan publik ketika mengatakan dirinya tidak percaya bahwa hubungan seksual gay (homoseksual) merupakan perbuatan dosa. Farron mengoreksi sikapnya itu dalam wawancara di sebuah stasiun radio Kristen.

Farron, yang memimpin Partai Liberal Demokrat sampai Juni 2017, berhenti dari jabatannya setelah dia dikecam atas sikapnya soal homoseksual. Ketika mengundurkan diri Farron mengatakan bahwa pandangan kristianinya tidak lagi kompatibel dengan tugasnya mengelola kelompok politik (partai).

April 2017, Farron mengatakan kepada BBC , “Saya tidak percaya bahwa hubungan seksual gay adalah dosa … jika orang keliru beropini tentang pendapat saya soal masalah itu, maka benar untuk mengoreksinya.”

Namun, dalam wawancara dengan Premier Christian Radio hari Rabu (10/1/2018), Farron menarik pernyataannya di atas. Dia mengatakan merasa di bawah tekanan untuk mengubah pesan yang disampaikannya dalam wawancara dengan BBC.

“Ada hal-hal yang saya katakan, termasuk yang itu, yang saya sesali,” kata Farron, seperti dilansir RT. “Saya merasa ada kesan saya harus menyingkirkan ini dari hadapan saya. Ketika itu, ada pemilihan umum dan mereka semua bertanya kepada saya tentang keyakinan kristiani saya. Saya dengan bodohnya dan salah berusaha mengelak dari pertanyaan itu dengan memberikan jawaban yang sebenarnya tidak benar,” paparnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Farron mengatakan bahwa untuk bisa tetap setia kepada tuhannya dan partainya secara bersamaan adalah hal yang tidak mudah.

“Pada akhirnya, jika Anda seorang kristiani maka Anda tahu pasti apa itu yang dimaksud dengan dosa,” ujarnya.

“Jika Anda bukan kristiani, apakah dosa itu? Yaitu dituding melakukan sesuatu, yang tercela. Kita bicara dalam bahasa yang berbeda. Mungkin saya seharusnya bisa menjelaskan soal itu, soal hubungan seks dan seksualitas menurut Bibel. Tapi, mari kita benar-benar jujur, dalam acara yang luar biasa seperti itu, Anda tidak diberi waktu lebih dari 20 detik untuk menyampaikan pesan Anda dengan baik,” kata Farron, mengklaim dirinya hany mendapatkan waktu sedikit dalam wawancara dengan BBC ketika itu.

Ketua Partai Liberal Demokrat yang baru, Sir Vince Cable, pada bulan November 2017 ketika diwawancarai PinkNews mengkritik pernyataan Farron. Dia mengatakan Liberal Demokrat perlu membersihkan citranya di mata komunitas LGBT. Dia juga menyayangkan Farron harus berada di situasi yang sulit di mana dia harus menempatkan keyakinan agamanya dengan komitmennya kepada partai dalam tempat yang sama.

Meskipun demikian, Vince Cable mengakui bahwa partainya harus bersikap toleran.

“Kami adalah partai yang berkomitmen pada kesetaraan dan itu termasuk soal hak-hak kaum gay. Namun, kita juga punya rakyat jutaan orang di negeri ini yang merupakan penganut setia, yatiu orang Kristen, Yahudi dan Muslim yang masing-masing memiliki pandangan berbeda,” kata Cable.

“Kita perlu berdiri membertahankan nilai-nilai sekuler, tetapi juga memahami bahwa orang berbeda-beda pandangan agamanya. Menurut saya kedua hal itu tidak sejalan.” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Didemo, Facebook Indonesia Tak Temui Perwakilan Ribuan Massa
Tulisan selanjutnya Bocah Berambut Beku ‘Ice Boy’ Potret Kemiskinan di China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?