Hidayatullah.com–Sebuah kapal pesiar kecil berbendera Prancis dengan delapan orang aktivis di atasnya meninggalkan perairan Yunani lewat tengah malam menuju Gaza, dalam upaya mendobrak blokade laut yang dilakukan oleh Zionis Israel.
Menurut penyelenggara Freedom Flotilla 2, “Dignité – Al Karama” sampai saat ini menjadi satu-satunya kapal dari rombongan mereka yang bisa berlayar meninggalkan Yunani, setelah pihak berwenang setempat menahan sejumlah kapal lainnya.
Al Karama antara lain mengangkut mantan calon presiden prancis dari partai berhaluan kiri-jauh Oliver Besancenot, anggota parlemen Eropa dari Partai Hijau Nocole Kill-Nielsen dan seorang aktivis serikat dagang Annick Coupe.
Mereka diharapkan bisa mencapai Gaza dalam satu atau dua hari, kata penyelenggara kepada AFP, Selasa (05/7).
“Kapal itu bisa memuat bahan bakar dan makanan. Mereka menuju Gaza,” kata Jean-Claude Lefort, jurubicara A French Boat for Gaza, bagian dari kelompok demonstran maritim internasional Prancis.
“Kami akan mengirimkan sebuah delegasi ke Kementerian Luar Negeri Prancis untuk meminta perlindungan,” katanya.
Ketika ditanya bagamana kapal itu bisa lepas dari cengkraman pihak berwenang Yunani, yang melarang kapal menuju Gaza meninggalkan Pelabuhan Piraeus di Athena, Lefort berkata, “(Kapal) itu tidak terlihat, bukan di Pireaus, tapi di tempat lain.”
Hari Senin (04/7) pasukan Yunani memotong jalur sebuah kapal Kanada yang membawa lebih dari 30 aktivis menuju Gaza asal Kanada, Belgia, Italia, Swiss dan Turki. Petugas menggiring mereka merapat di pulau Kreta.*