Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kasus Finsbury Park: Pelaku Sengaja Ingin Membunuh Muslim

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Januari 2018 20:42 8:42 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Januari 2018 20:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pria yang mengendarai mobil van ke arah kerumunan orang dekat sebuah masjid di London ingin membunuh Muslim sebanyak mungkin, demikian menurut keterangan dalam persidangan di Woolwich Crown Court.

Darren Osborne, 48, didakwa sengaja mengarahkan mobilnya ke jamaah masjid di Finsbury Park, sehingga menewaskan Makram Ali, 51, dan melukai semblan orang lain tahun lalu.

Osborne, asal Cardiff, membantah semua dakwaan pembunuhan dan percobaan pembunuhan.

Pada pembukaan sidang, jaksa Jonathan Rees QC mengatakan bahwa Osborne mengendari mobil boks Luton dari Cardiff menuju London pada 18 Juni 2017. Dia kemudian dengan sengaja menarget sekerumunan orang di Finsbury Park sekitar pukul 00:15 dini hari waktu setempat tanggal 19 Juni.

Kala itu, daerah tersebut ramai dengan jamaah yang mengikuti shalat tarawih, kata Rees di persidangan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Osborne berniat “membunuh seseorang semata-mata karena agamanya,” imbuh Rees seperti dilansir BBC Selasa (23/1/2018).

Pasangan Osborne, Sarah Andrews mengatakan bahwa pria itu “terobesi” dengan Muslim beberapa pekan menjelang insiden, setelah menonton drama TV di BBC berjudul Three Girls, perihal kasus pelecehan seksual di daerah Rochdale.

Menurut jaksa, Andrews, yang sudah menjalin hubungan tanpa menikah selama 20 tahun dan memiliki 4 anak dari Osborne, mengatakan bahwa pria itu menjadi “bom yang siap meledak” setelah menonton drama tersebut.

Wanita itu menggambarkan Osborne sebagai seorang “penyendiri dan pecandu alkohol” yang temperamennya sulit diprediksi.

Lebih lanjut Rees mengatakan bahwa di akhir pekan menjelang aksinya, terdakwa mengoceh soal “kebencian rasial” di sebuah pub.

Kepada seorang prajurit dia diduga berkata, “Saya akan membunuh semua Muslim. Muslim adalah teroris. Keluarga-keluarga kalian akan menjadi Muslim. Saya akan membereskan masalah ini dengan tangan saya sendiri.”

Perangkat elektronik yang disita dari rumah Osborne menunjukkan bahwa dia mencari informasi di internet perihal Britain First dan English Defence League, dua kelompok rasis anti-Muslim terkemuka di Inggris.

Polisi juga menemukan sebuah video –yang diduga palsu– yang menunjukkan Muslim berpesta-pora menyusul peristiwa serangan di Paris.

Andrews mengatakan kepada polisi bahwa pasangannya itu membaca tulisan-tulisan pemimpin EDL Tommy Robinson di Twitter.

Catatan berupa tulisan tangan ditemukan di mobil van yang dipakai dalam aksi tersebut oleh pelaku. Tulisan itu mengeluhkan perihal teroris di jalan-jalan dan skandal eksploitasi anak di Rotherham. Dalam catatan itu Osborne menyebut Muslim sebagai “feral” (binatang liar) dan pria Muslim sebagai “pemerkosa” yang “melahap anak-anak kita”.

Tidak hanya itu, dalam catatannya Osborne menyebut tokoh Partai Buruh Jeremy Corbyn sebagai “simpatisan teroris”. Dia juga menyerang Wali Kota London Sadiq Khan serta artis penyanyi Lily Allen.

Jaksa berkeyakinan Osborne sudah membuat rencana untuk melakukan serangan ketika acara pawai Al-Quds Day di London, yang diselenggarakan oleh Islamic Human Rights Commission pada 18 Juni 2017.

Osborne diyakini meminta petunjuk arah jalan menuju Grosvner Square, yang menjadi tujuan peserta pawai, kepada seorang sopir taksi hitam.

Menurut jaksa, Osborne urung melakukan serangan atas peserta pawai tersebut karena ada pemblokiran jalan.

Sebagai gantinya, Osborne pergi ke arah Forest Hill, London bagian selatan, sekitar pukul 8 malam dan bertanya kepada seorang pria di mana lokasi masjid terdekat.

Oleh karena diberitahu tidak ada masjid di daerah itu, dia kemudian pergi ke arah utara, berhenti untuk menanyai seorang pengendara mobil tentang arah menuju Finsbury Park.

Pengemudi mobil itu membolehkan Osborne membuntutinya menuju daerah Finsbury Park sebelum pukul 23:30.

Osborne berencana membuat “pernyataan publik dengan cara membunuh Muslim”, mengetahui bahwa catatan tulisan tangannya akan ditemukan, kata jaksa.

Meskipun Osborne tidak didakwa dengan pasal terorisme, tetapi kata Rees, “catatan dan komentar yang dibuatnya setelah dia ditahan mengukuhkan bahwa tindakan kekerasan ekstrim yang dilakukannya, benar-benar, sebuah aksi terorisme.”

Persidangan kasus ini masih akan berlangsung sampai beberapa waktu mendatang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Jokowi Diminta Tegas Nyatakan Tolak LGBT
Tulisan selanjutnya Ustadz Fathuddin Tak Tahu Materi Ceramah yang Dikasuskan Polres

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?