Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengadilan Eropa Larang Tes Orientasi Seksual Bagi Pencari Suaka

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Januari 2018 19:05 7:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Januari 2018 19:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengadilan di Eropa hari Kamis (24/1/2018) menyatakan bahwa tes psikologi untuk mengetahui orientasi seksual seorang pencari suaka tidak bisa menjadi dasar untuk menolak aplikasi suaka yang diajukan oleh pengungsi berasal dari negara yang melarang homoseksual.

European Court of Justice (ECJ) memutuskan melarang tes kontroversial itu digunakan untuk menentukan orientasi seksual pengungsi dan menyatakan bahwa keputusan tersebut berlaku mengikat seluruh negara anggota Uni Eropa.

Keputusan ECJ di atas berawal dari kasus seorang pria Nigeria yang mencari suaka di Hungaria. Pihak berwenang di Hungaria memerintahkannya menjalani tes tersebut guna mengetahui apakah dia gay. Pria yang tidak disebutkan namanya itu mengajukan suaka di kota Szeged pada April 2015, ketika Hungaria kewalahan menghadapi banjir pengungsi dan migran yang masuk Uni Eropa lewat wilayahnya, lapor Reuters.

Pria tersebut diharuskan menjalani tes noktah tinta Rorschach, serta disuruh menggambar orang ketika hujan. Psikolog yang ditunjuk pemerintah Hungaria kemudian diminta untuk menilai orientasi seksual pria itu berdasarkan tes yang dijalaninya. Psikolog kemudian menyatakan bahwa pria itu bukan homoseksual, dan oleh karenanya pemerintah Hungaria menolak permohonan suakanya.

Seperti diketahui, homoseksual di Nigeria adalah ilegal, sementara di Hungaria boleh-boleh saja. Persekusi atas kaum homoseksual kerap dijadikan alasan orang untuk mencari suaka di negara lain, dan pada saat yang sama banyak negara di Barat yang menerima suaka kaum LGBT karena menilai mereka terancam bahaya di negara asalnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

ECJ menyatakan bahwa opini pakar dalam penentuan orientasi seksual seseorang harus konsisten dengan hak asasi manusia dan tidak bisa menjadi alasan dasar pengambilan keputusan tersebut. Dengan demikian, penilaian pakar tidak cukup menjadi dasar penolakan suaka yang ditetapkan pemerintah Hungaria atas pria Nigeria tersebut.

Tahun 2014 ECJ pernah membuat putusan untuk kasus semacam itu yang terjadi di Belanda. Pada 2013, ECJ memutuskan bahwa pencari suaka bisa mengklaim status pegungsi jika mereka takut akan persekusi di negara asal yang diakibatkan oleh orientasi seksualnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Swiss Jadi Negara Terbaik di Dunia
Tulisan selanjutnya Kekerasan Massal Terjadi di Prancis karena Berebut Nutella

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?