Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Tuding Rusia Dalang Sebenarnya Serangan Senjata Kimia di Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Januari 2018 07:32 7:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Januari 2018 07:32
Bagikan
Rex Tillerson
Bagikan

Hidayatullah.com–Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa Rusia adalah negara yang patut disalahkan atas insiden serangan senjata kimia di Suriah. Washington bahkan ingin Moskow bertanggung jawab penuh atas kejahatan tersebut.

“Serangan baru-baru ini di Ghouta timur menimbulkan kekhawatiran serius bahwa rezim Suriah Bashar Al Assad mungkin terus melanjutkan penggunaan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri,” ujar Menteri Luar Negeri Rex Tillerson di Paris sebagaimana dikutip VoA.

Tillerson mengatakan sedikitnya 20 orang tewas hari Senin (22/01/2018) dalam serangan gas klorin di kawasan yang dikuasi pemberontak di East Ghouta, di dekat Damaskus. Ia mengkritik Rusia dan dukungannya pada rezim Assad.

“Siapapun yang melakukan serangan itu, Rusia memikul tanggung jawab utama atas korban di Ghouta timur dan warga Suriah lain yang tak terhitung jumlahnya yang menjadi sasaran senjata kimia sejak Rusia terlibat di Suriah,” ujar Tillerson dalam konferensi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian tentang inisiatif menunjuk hidung mereka yang bertanggungjawab dalam serangan kimia itu.

Baca: PBB: Pasukan Bashar al Assad Dalang Serangan Gas Sarin

Rusia mengatakan bahwa dia telah menjadi penyebab utama menghasut Suriah dengan menggunakan senjata berbahaya tersebut pada tanggal 21 Agustus 2013.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam insiden Ghouta, diperkirakan setidaknya 1.729 warga sipil terbunuh.

“Ini jelas melanggar Konvensi Senjata Kimia (CWC) yang ditandatangani Rusia dan sekarang Rusia perlu dipertanggungjawabkan untuk itu.”

Tillerson, bersama beberapa menteri luar negeri dari Prancis, Jerman dan Turki, adalah yang melancarkan “International Partnership Against Impunity for Use of Chemical Weapons (Kemitraan Internasional Menentang Kekebalan Hukum atas Penggunaan Senjata Kimia) pada hari Selasa.

Lebih dari dua puluh negara yang peduli mendukung komitmen politik itu untuk berbagi informasi tentang upaya memberantas penggunaan senjata kimia di seluruh dunia.

Baca: Rezim Suriah Terbukti Gunakan Gas Terlarang Sarin di Khan Sheikhoun

Pertemuan yang diadakan di Paris adalah untuk mengidentifikasi sanksi dan tuntutan pidana yang harus diambil terhadap dalang serangan senjata kimia tersebut.

“Situasi saat ini tidak bisa berlangsung,” ujar Jean-Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri Prancis. “Para penjahat yang menggunakan dan merancang senjata barbar ini harus tahu mereka tidak akan lolos dari hukuman,” tutur Le Drian dikutip Reuters.

Menteri Luar Negeri Amerika Tillerson meminta Rusia memastikan stok senjata kimia Suriah dihancurkan.

Sementara dalam kontra-reaksinya, Moskow mencela tuduhan tersebut dan menggambarkan tuduhan bahwa Washington sengaja berkomitmen untuk menyeret Rusia ke dalam kejahatan tersebut.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikabashar al assadEropairanKhan SheikhounKota Idlibmilisi SYiahOPCWOrganisasi Anti Senjata KimiaPanel PBBPBBPemimpin EropaPerang SuriahPrancisRex Tillersonrusiasenjata kimiaSerangan Senjata KimiaTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Malaysia Lepas Rombongan Misi Khusus Bantuan Rohingya
Tulisan selanjutnya Hamas Minta Mahmoud Abbas Berhenti Meminta AS sebagai Mediator Perdamaian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?