Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Antri Air Tengah Malam di Cape Town

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Februari 2018 08:24 8:24 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Februari 2018 08:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ratusan warga Cape Town, Afrika Selatan terpaksa mengantri tengah malam hanya untuk mendapatkan beberapa ember air, karena kekeringan masih terus berlangsung.

Hari Senin (5/2/2018) pemerintah kota mengumumkan pengunduran “Day Zero” –hari di mana kran-kran tidak lagi mengeluarkan air– menjadi 11 Mei dari 16 April, setelah para petani penggarap pertanian intensif memangkas konsumsi air mereka menyusul perintah penghematan penggunaan air, lapor Reuters.

Meskipun demikian warga setempat masih mengkhawatirkan skenario terburuk.

“Menurut saya akan terjadi kekacauan,” kata Saleigh van der Schyff, sambil melangkah ke depan sedikit dalam antrian panjang di sebuah mata air di daerah pinggiran Newlands hampir tengah malam.

“Saya berharap Day Zero tidak akan pernah tiba, tetapi melihat orang bersusah-payah datang ke sini dan sangat berharap mendapatkan air, kita akan segera tersadar bahwa air lebih berharga daripada minyak,” imbuhnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sumber mata air itu terbuka 24 jam dan sedikitnya tiga orang petugas keamanan bersiaga di sana guna memastikan warga antri dengan tertib.

Pekan lalu, debit air di bedungan Provinsi Western Cape turun menjadi 24,5 persen dari 25,3 persen di pekan sebelumnya dan dari hampir 38 persen satu tahun silam.

Pekan lalu pemerintah setempat membatasi penggunaan air bagi setiap orang yang berada di kota itu, termasuk turis, maksimal 50 liter perhari.

Kekeringan yang melanda Cape Town merupakan bagian dari dampak perubahan pola iklim dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bio Farma: Kesehatan Bahan Hoax ke-3
Tulisan selanjutnya Anggota DPR Didorong Tak Terima Bantuan Asing Muluskan LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?