Hidayatullah.com—Ratusan warga Cape Town, Afrika Selatan terpaksa mengantri tengah malam hanya untuk mendapatkan beberapa ember air, karena kekeringan masih terus berlangsung.
Hari Senin (5/2/2018) pemerintah kota mengumumkan pengunduran “Day Zero” –hari di mana kran-kran tidak lagi mengeluarkan air– menjadi 11 Mei dari 16 April, setelah para petani penggarap pertanian intensif memangkas konsumsi air mereka menyusul perintah penghematan penggunaan air, lapor Reuters.
Meskipun demikian warga setempat masih mengkhawatirkan skenario terburuk.
“Menurut saya akan terjadi kekacauan,” kata Saleigh van der Schyff, sambil melangkah ke depan sedikit dalam antrian panjang di sebuah mata air di daerah pinggiran Newlands hampir tengah malam.
“Saya berharap Day Zero tidak akan pernah tiba, tetapi melihat orang bersusah-payah datang ke sini dan sangat berharap mendapatkan air, kita akan segera tersadar bahwa air lebih berharga daripada minyak,” imbuhnya.
Sumber mata air itu terbuka 24 jam dan sedikitnya tiga orang petugas keamanan bersiaga di sana guna memastikan warga antri dengan tertib.
Pekan lalu, debit air di bedungan Provinsi Western Cape turun menjadi 24,5 persen dari 25,3 persen di pekan sebelumnya dan dari hampir 38 persen satu tahun silam.
Kekeringan yang melanda Cape Town merupakan bagian dari dampak perubahan pola iklim dunia.*