Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

‘Jangan Jual Saya ke Rwanda’: Ribuan Migran Afrika Protes Deportasi di Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Februari 2018 05:28 5:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Februari 2018 05:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ribuan pencari suaka Afrika berkumpul di Kedutaan Besar Rwanda di Israel pada hari Rabu untuk memprotes rencana negara tersebut untuk mendeportasi atau memenjara para migran, lapor Al Bawaba, Rabu (07/02/2018).

Pemerintah penjajah Israel memberi para migran waktu 60 hari untuk menerima satu dari dua pilihan: meninggalkan negara tersebut untuk tujuan Afrika yang tidak disebutkan nama negaranya dengan imbalan $ 3.500 dan tiket pesawat atau dipenjara tanpa batas waktu.

Diyakini tujuannya adalah negara di Afrika timur, Rwanda, Jerusalem Post melaporkan.

Di depan Kedutaan Besar Rwanda, para pemrotes mendesak Rwanda dan presidennya, Paul Kagame, untuk tidak bekerja sama. Pengunjuk rasa memegang papan-papan berbunyi “Kagame, kami tidak untuk dijual,” dan meneriakkan “Kami adalah pengungsi – kami bukan penjahat” dan “Rwanda tak tahu malu.”

Baca: Pengungsi Afrika Ditolak di Israel

Para pemrotes juga mengecam negara Afrika tersebut karena menerima uang sebagai imbalan pengusiran mereka, sesuatu yang dibantah oleh duta besar Rwanda, Olivier Nduhungirehe.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Jangan jual saya ke Rwanda,” seorang pria berusia 23 tahun memohon. “Tolong hargai kami dengan tidak menyebut kami sebagai penjahat. Kami adalah pengungsi yang datang ke Israel untuk mendapatkan perlindungan.”

Baca: PBB kepada Israel: Hentikan Rencana untuk Relokasi Migran Afrika

Pada hari Ahad, pihak berwenang Israel mulai mengeluarkan pemberitahuan deportasi kepada pencari suaka dari Eritrea dan Sudan, pada awalnya kepada mereka yang tanpa anak yang ingin memperbarui visa tinggal. Pemerintah Israel berencana untuk mulai melakukan penangkapan dalam waktu sekitar dua bulan.

Menteri Dalam Negeri Israel Arye Dery menulis di Twitter, “Berbeda dengan berita palsu, tidak ada bahaya bagi penyusup tenaga kerja yang kita usir ke negara ketiga.”

Beberapa pencari suaka yang sudah dikirim ke Rwanda mengklaim saat mereka tiba, dokumen mereka disita dan dipenjara.*/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikaisraelMigran Afrikamigrantpencari suakapenjajah IsraelRwanda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pekerja Migran Indonesia Asal Cirebon Ditemukan Setelah ‘Hilang’ 10 Tahun
Tulisan selanjutnya Sosiolog: UU PNPS Menjaga Stabilitas Sosial Masyarakat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?