Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jurnalis Saudi Peringatkan ‘Perubahan’ pada Penegakan Relijius KSA

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Februari 2018 20:57 8:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Februari 2018 20:57
Bagikan
Jamal Khashoggi
Bagikan

Hidayatullah.com–Jurnalis terkenal Saudi, Jamal Khashoggi, memperingatkan terjadinya apa yang dia sebut sebagai “perubahan besar” dalam perkembangan relijius di Kerajaan tersebut.

Berbicara dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Rwaq Istanbul pada Jumat sore, Khashoggi mengatakan:

“Salah satu manifestasi perubahan paling menonjol dari penegakan agama di kerajaan itu ialah penghapusan dari the Committee for the Promotion of Virtue and the Prevention of Vice (Komite untuk Promosi Kebaikan dan Pencegahan Kejahatan, Amar Ma’ruf wa Nahi Munkar). Iya, badan itu masih ada, tetapi tidak lagi mempunyai pengaruh.”

“Rakyat Saudi saat ini menikmati atmosfir kebebasan dan keterbukaan, tetapi Saya pikir bahwa euforia itu merupakan sebuah fase yang terlewati. Kenyataannya ialah bahwa rakyat Saudi itu konservatif,” kata Kashoggi.

Baca: Pangeran Salman Ingin Ada Perubahan di Arab Saudi

Mengomentari pembicaraan Putra Mahkota Saud Mohammad Bin Salman mengenai Islam moderat, Khashoggi mengatakan: “Saya kira dia tidak memiliki jawaban tentang apa arti Islam moderat.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sebelum 1979 [tahun di mana Bin Salman mengatakan dia ingin mengembalikan Kerajaan] Arab Saudi masih relijius, dan Raja Faisal Bin Abdulaziz mencoba menumbuhkan wahabisme dengan ulama Ikhwanul Muslimin yang menghadiri sekolah-sekolah dan universitas-universitas melalui dialog, bukan penghapusan. Namun dengan meninggalnya Raja Faisal, upaya itu berakhir dan Salafisme kembali dengan ekstrimismenya,” kata dia.

Baca: Saudi dan Ikhwanul Muslimin: Dulu Berteman Mengapa Dimusuhi

Khashoggi menjelaskan bahwa adalah ulama kontemporer Ikhwanul Muslimin seperti Syeikh Ali Tantawi dan Syeikh Yusuf al Qaradhawi yang memperkenalkan istilah Islam moderat.

“Bin Salman bingung tentang pilihan untuk moderasi, dan kelompok Ikhwanul Muslimin lah pilihannya. Ikhwanul Muslimin itu moderat, tetapi dia tidak ingin mengakuinya,” lanjutnya.

Khashoggi mengatakan dia mendukung upaya-upaya Bin Salman untuk membangun kembali sebuah institusi anti-korupsi di Kerajaan tetapi caranya cacat.

Jurnalis Saudi itu menekankan bahwa persekutuan antara putra kerajaan dan para (trader) telah menghacurkan ekonomi dan etika kerajaan, menambahkan bahwa bin Salman telah melihat bagaimana persekutuan itu destruktif dan ingin menghapuskannya.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amar Ma'ruf wa Nahi Munkararab saudiIslam moderatJamal KhashoggijurnaliskonservatifMohammad bin SalmanPutra MahkotaRaja SalmanRelijiusSaudiwahabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya #WalkToPalestine Masuki hari ke 200, Benjamin Ladraa terus Berjalan
Tulisan selanjutnya ‘Jika Tak Ditangani Serius, Penyerangan Ulama Bisa Terus Merembet’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?