Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lavrov: Peracunan Skripal Bisa Jadi Pengalihan Isu Brexit

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 April 2018 20:51 8:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 April 2018 20:51
Bagikan
Bekas agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia.
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa bisa jadi pemerintah Inggris memerintahkan peracunan bekas agen ganda Rusia Sergei Skripal guna mengalihkan masalah besar yang sedang dihadapi Inggris dalam proses keluar dari Uni Eropa alias Brexit.

Dalam konferensi pers hari Senin (2/4/2018), dia mengatakan bahwa peracunan Skripal dan putrinya Yulia “boleh jadi merupakan kepentingan pemerintah Inggris, yang sedang dalam situasi tidak nyaman karena gagal memenuhi janji-janjinya kepada elektorat mereka terkait Brexit.”

Peracunan itu, kata Lavrov, bisa jadi dilakukan oleh pasukan khusus Inggris “yang terkenal kemampuannya untuk bertindak dengan license to kill.”

Lavrov juga menuding sekutu-sekutu Inggris menebarkan kebohongan dan disinformasi sementara menuding Moskow sebagai pelaku peracunan.

Dia bersikukuh mengatakan “pakar-pakar serius dan para pemimpin dari seluruh negara” tidak yakin dengan kejahatan yang dituduhkan Inggris, yang mengatakan bahwa serangan tersebut menggunakan gas saraf yang pertama kali diproduksi oleh laboratorium-laboratorium Soviet menunjukkan keterlibatan Rusia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selain itu, Lavrov membahtah bahwa serangan “canggih” itu pertanda telah disetujui oleh kepemimpinan Rusia, sebuah argumen kabarnya dipakai oleh para penyidik Inggris.

“Sepengetahuan saya kalau tidak salah, serangan canggih itu biasanya mengakibatkan kematian instan,” sindir Lavrov.

Skripal saat ini masih berada di rumah sakit di kota Salisbury setelah diracun pada awal Maret. Sementerara Skripal dikabarkan masih dalam kondisi kritis tetapi stabil, putrinya belum lama ini dikabarkan sudah membaik dan dapat berkomunikasi.

Otoritas Inggris masih belum memberikan perwakilan konsular Rusia menemui Yulia Skripal, hal yang juga dikeluhkan Lavrov dalam konferensi pers, seraya menyatakan dirinya berharap Sergei Skripal cepat pulih.

Kasus peracunan itu memicu aksi saling usir diplomat antara Inggris beserta sekutunya, termasuk Amerika Serikat, versus Rusia.

Lebih dari 150 diplomat Rusia sudah diperintahkan keluar dari sejumlah negara anggota Uni Eropa dan anggota NATO, serta Amerika Serikat dan negara lain yang melihat Inggris sebagai sekutunya. Rusia juga melakukan hal serupa.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS hari Jumat pekan lalu mengatakan bahwa Rusia dapat mengajukan lagi diplomat lain untuk menggantikan 60 terduga mata-mata yang diusir dari Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gubernur Madinah Buka Pameran Buku dan Informasi ke-35
Tulisan selanjutnya Hamas Desak Liga Arab untuk Menuntut Israel di Pengadilan Internasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?