Hidayatullah.com—Aparat keamanan Malaysia mengizinkan kapal pembawa pengungsi Rohingya memasuki wilayah dekat pulau Langkawi di utara dengan alasan kemanusiaan.
Direktur Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Zulkifili Abu Bakar mengatakan, para pengungsi akan diizinkan masuk ke wilayah Malaysia. “Mereka akan diserahkan ke departemen imigrasi,” katanya kepada Reuters, seperti dilansir dari Channel News Asia, Selasa (03/04/2018).
Kepala Angkatan Laut Malaysia Ahmad Kamarulzaman Haji Ahmad Badaruddin mengatakan, para pengungsi didominasi oleh anak-anak dan perempuan. Mereka nampak kelelahan dan lapar. Otoritas Malaysia juga telah memberi mereka makan dan bantuan kemanusiaan lainnya. “Kapal dan penumpangnya akan diserahkan oleh MMEA ke pihak imigrasi di Kuala Kedah,” ucapnya.
Baca: Rombongan Pengungsi Rohingya Berhenti di Sebuah Pulau di Thailand
Sebelumnya, pejabat Bangladesh membantah sebuah perahu yang mengangkut pengungsi Rohingya dan terlihat di kawasan Asia Tenggara, berlayar dari wilayahnya.
Dilansir dari AFP, perahu pengungsi Rohingya sempat terlihat di sebuah pantai pulau di Provinsi Krabi, sebelah barat Thailand.
Baca: Malaysia akan Latih Ketrampilan 56.000 Pengungsi Rohingya
Malaysia menjadi tanah yang menjanjikan bagi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari penyiksaan di aktivis Buddha dan pemerintah Myanmar. Namun belakangan warga Rohingya menghadapi situasi berat, tidak dapat bekerja secara legal karena Malaysia, seperti Thailand dan Indonesia.
Akibatnya, sebagian besar dari mereka bertahan hidup dengan pekerjaan kotor atau berbahaya yang tidak diinginkan warga Malaysia, termasuk tidak memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan gratis dan sekolah negeri.*