Hidayatullah.com–Pemerintah Kanada memanggil pulang sejumlah keluarga diplomatnya dari ibukota Kuba, Havana.
Tindakan itu diambil setelah 10 warga Kanada mengalami gejala sakit berkelanjutan di bagian otak yang tidak jelas penyebabnya, kata pejabat pemerintah seperti dilansir BBC Selasa (17/4/2018).
Orang-orang Kanada itu, termasuk anak-anak, mengalami pusing kepala, mual dan kesulitan berkonsentrasi.
Sebuah laporan oleh seorang dokter spesialis Kanada menyebutkan bahwa sebuah jenis luka otak baru kemungkinan menjadi penyebab penyakit misterius itu.
Penyakit yang belum jelas tersebut dialami oleh staf diplomatik Kanada dan keluarga mereka di Kuba.
Kanada mengatakan pihaknya sudah mengabaikan teori tentang serangan gelombang suara sebagai penyebab timbulnya penyakit itu.
Staf di Kedutaan Amerika Serikat di Havana juga pernah mengalami gejala sakit serupa tahun lalu.
Akibat kejadian itu, Washington menarik staf diplomatiknya yang berada di Havana pada bulan Septermber dan memperingatkan agar warganya tidak mengunjungi Kuba. Washington mengatakan 21 staf diplomatiknya terluka. Para pejabat mengatakan bahwa mereka yang kelihatannya sudah pulih rupanya mengalami gejala itu kembali.
Kuba sebelumnya membantah tudingan melakukan serangan gelombang suara (sonic attack) staf Kedutaan AS di Havana.
Bulan Oktober 2017, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez mengatakan bahwa klaim AS itu “manipulasi politik” yang ditujukan untuk merusak hubungan bilateral.
Setiap tahun lebih dari satu juta orang Kanada mengunjungi Kuba, tetapi Global Affairs Canada mengatakan tidak ada bukti perihal penyakit itu di kalangan turis Kanada.
Tidak seperti Amerika Serikat, Kanada tidak memutuskan hubungan diplomatik dengan Havana setelah Revolusi Kuba tahun 1959.*