Hidayatullah.com—Sedikitnya 61 orang tewas dalam badai debu yang menghampiri wilayah India sejak hari Ahad (13/5/2018) malam, dan pemerintah memperingatkan bahwa cuaca buruk masih akan mengancam.
Angin kencang beserta petir memporak-porandakan banyak desa, merobohkan rumah dan mengakibatkan banyak orang terluka.
Negara bagian Uttar Pradesh melaporkan paling banyak korban nyawa, 38 orang. Lebih dari 70 orang telah tewas akibat badai debu yang berhembus di daerah itu sejak awal Mei.
Para pejabat mengatakan kepada wartawan BBC edisi bahasa Hindi bahwa jumlah korban tewas bisa bertambah.
Dua belas orang dilaporkan kehilangan nyawa di negara bagian Andhra Pradesh, yang juga mengalami badai debu. Sembilan orang tewas di negara bagin Bengal Barat, sementara dua orang dipastikan tewas di Delhi.
Keempat negara bagian itu masih berada dalam kondisi waspada tingkat tinggi sebab pihak berwenang memperingatkan badai masih akan berkecamuk hingga beberapa hari ke depan.
“Bahaya belum usai,” kata kepala penanggulangan bencana Uttar Pradesh, Sanjay Kumar kepada BBC Hindi.
Departemen Meteorologi India mengeluarkan peringatan hari Ahad sebelum badai menepa, mengimbau masyarakat agar tetap berada di rumah. Angin berhembus dengan kecepatan sekitar 109 km/jam disertai guntur dan kilat.
Kumar mengatakan bahwa lebih dari 30 orang terluka di Uttar Pradesh, kebanyakan karena rumah mereka ambruk saat angin, guntur dan kilat menyambar.
Wilayah India sudah langganan diterpa badai seperti ini, tetapi kali ini jumlah korban dan kerusakan melonjak tidak seperti badai di tahun-tahun sebelumnya.*