Hidayatullah.com–Presiden Turki pada hari Senin mengutuk “tragedi kemanusiaan” di Gaza menggambarkan kekerasan Israel terhadap protes Palestina sebagai “genosida”.
Setidaknya 58 demonstran Palestina telah menjadi syuhada pada Senin – dan ratusan lainnya terluka – oleh pasukan tentara Israel yang dikerahkan di sepanjang perbatasan Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
“Israel adalah Negara teroris,” kata Erdogan, berbicara kepada para mahasiswa beasiswa di London, dikutip dari Anadolu Agency.
“Kami akan terus berdiri dengan orang-orang Palestina dengan tekad.”
“Kami tidak akan membiarkan hari ini menjadi hari Muslim dunia kehilangan Yerusalem,” katanya, mengutuk “tragedi kemanusiaan, genosida ini”, tidak peduli dari mana asalnya, “baik Israel atau Amerika Serikat”.
Presiden Turki itu menambahkan bahwa “demonstrasi besar” akan diadakan di Istanbul pada Jumat atas kekerasan di Gaza.
Presiden Erdogan juga mengatakan bahwa Bulan Sabit Merah Turki akan memberikan bantuan kemanusiaan ke rumah sakit di Gaza.
Sebelumnya pada Senin Turki menarik duta besar di Tel Aviv dan Washington untuk konsultasi, kata Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag.
Bozdag juga mengatakan bahwa pemerintah Turki menyatakan 3 hari berkabung dalam solidaritas dengan Palestina dan memperingati para syuhada.
Baca: [Update] Zionis Bunuh 58 Orang, Lukai 2400 Warga Palestina di Perbatasan
Presiden AS Donald Trump memicu kecaman internasional pada Desember lalu ketika ia secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan berjanji akan merelokasi kedutaan besar Washington ke kota itu.
Relokasi kedutaan itu bertepatan dengan peringatan 70 tahun pendirian Israel pada tahun 1948 – sebuah acara yang oleh orang Palestina disebut sebagai Hari “Nakba” (bencana).
Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza sejak Senin dini hari untuk mengambil bagian dalam protes yang ditujukan untuk memperingati ulang tahun Nakba dan memprotes merelokasi Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem (Baitul Maqdis).*/Sirajuddin Muslim